PALOPO, SOLUSINEWS.ID – Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kota Palopo. Rakor tersebut dilakasanakan di Aula Ratona Kantor Wali Kota Palopo, Selasa (9/6/2026).
Hadir Kepala Badan Perencanaan dan Riset Daerah (Bapperida) Kota Palopo, Ade Chandra, yang menjelaskan bahwa rakor tersebut bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian Tahun 2025. “Pencapaian di tahun 2025 kita evaluasi di Tahun 2026 dan 2026 akan di evaluasi di Tahun 2027,” jelasnya.
Selain itu dalam upaya mematangkan perencanaan kerja OPD terkait penanganan kemiskinan di Tahun 2026 dan destiminasi data BPMN Kota Palopo sebagai pendataan serta masukan peraturan Wali Kota Palopo terkait penyusunan indikator.
Secara umum tingkat kemiskinan seluruh Indonesia pada bulan Maret Tahun 2025 mayoritas kabupaten/kota di Indonesia memiliki tingkat kemiskinan antara 5-10 persen.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Palopo Akhmad Syarifuddin menanggapi dengan harapan proses intervensi dan penanganan terhadap masyarakat yang berada di garis kemiskinan dan yang perlu di garis bawahi adalah yang rentan miskin.
“Keterlibatan kita betul-betul bisa lebih proaktif. Hal ini butuh support dan dukungan kepada semua OPD terkait dengan program-program, sehingga program penanganan kemiskinan ini bisa terpadu menyeluruh sesuai dengan petunjuk,” terangnya.
Wawali Akhmad Syarifuddin juga meminta kepada BUMN, instansi vertikal dan Baznas agar dalam penyaluran bantuan bisa lebih tepat sasaran.
“Jangan sampai penyalurannya tidak tepat sasaran kemudian tidak sesuai peruntukan yang akhirnya mubazir dan tidak memberikan efek,” sebutnya.
Rakor ini dihadiri sejumlah pimpinan OPD lingkup pemkot, pimpinan BUMN/BUMD, Bazarnas, Lazismu, serta pimpinan perguruan tinggi se-Kota Palopo.(*)







