MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Di awal Tahun 2025, Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh meminta kepala daerah di wilayah Sulsel untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana alam hingga enam bulan kedepan.
Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi di Makassar bersama pemerintah daerah, BNPB, BMKG, dan pemangku kepentingan lainnya, disepakati langkah-langkah mitigasi bencana, pada pekan pertama 2025.
Pada kegiatan itu, pemerintah pusat juga menyerahkan bantuan tambahan untuk mendukung kesiapsiagaan melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.
Bantuan yang diserahkan senilai Rp 14,4 miliar untuk penanganan bencana di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Bantuan tersebut berupa barang dan dana operasional tanggap darurat sebagai upaya mengurangi dampak bencana akibat curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi.
Untuk mitigasi bencana alam, kesiapan infrastruktur fisik, aparat, dan edukasi masyarakat menjadi prioritas dalam mengurangi risiko bencana.
BMKG mengidentifikasi beberapa wilayah di Sulsel, termasuk Makassar, Maros, dan Soppeng, yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada Januari 2025.
BMKG mengimbau masyarakat memantau informasi cuaca melalui aplikasi resmi untuk mengantisipasi perubahan cepat.
Sementara Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk siaga selama enam bulan ke depan.
Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama nelayan, terhadap potensi gelombang tinggi dan curah hujan ekstrem. Langkah-langkah ini diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana di Sulsel.(*)







