Pengusaha KAHMI (HIPKA) Maros Kembangkan Sistem MyParkir, Dorong Optimalisasi PAD Sektor Parkir

MAROS, SOLUSINEWS.ID – Upaya mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran kini mendapat dukungan dari kalangan pengusaha yang tergabung dalam Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah sistem digital “MyParkir” yang digagas oleh anggota Himpunan Pengusaha KAHMI.

Sistem MyParkir hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan klasik perparkiran, mulai dari kebocoran retribusi, maraknya juru parkir liar, hingga minimnya transparansi pengelolaan parkir di daerah. Dengan konsep hybrid—menggabungkan kartu fisik dan sistem digital—MyParkir memungkinkan transaksi parkir tercatat secara real-time dan terintegrasi.

Ketua HIPKA Maros, Rudi Hartono, yang juga merupakan Presidium KAHMI Maros, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bentuk kontribusi nyata pengusaha KAHMI dalam mendukung pembangunan daerah.

“Selama ini sektor parkir memiliki potensi besar terhadap PAD, namun belum dikelola secara optimal. Melalui MyParkir, kami ingin menghadirkan sistem yang transparan, akuntabel, dan mudah digunakan oleh masyarakat maupun pemerintah daerah,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, sistem ini mengusung prinsip “No Scan, No Pay”, di mana setiap transaksi parkir hanya dianggap sah jika dilakukan melalui proses pemindaian (scan). Dengan demikian, potensi kebocoran dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan parkir.

Selain itu, MyParkir juga membuka peluang integrasi dengan berbagai metode pembayaran non-tunai seperti QRIS, serta mendukung skema parkir langganan bagi kelompok tertentu, seperti ASN. Sistem ini juga tetap mengakomodasi peran petugas parkir (jukir) dengan skema insentif yang jelas dan terukur.

Rudi Hartono optimistis, jika diterapkan secara luas, sistem MyParkir mampu mendongkrak PAD sektor parkir secara signifikan. “Dengan digitalisasi dan pengawasan yang baik, potensi pendapatan parkir bisa meningkat berlipat, sekaligus menata sistem parkir agar lebih tertib dan modern,” tambahnya.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model nasional dalam penataan sektor perparkiran, sekaligus memperkuat peran KAHMI dan HIPKA sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong inovasi dan peningkatan ekonomi daerah.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *