MAROS, SOLUSINEWS.ID — Sebanyak 387 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 1 Mei 2026 pukul 03.50 Wita. Rombongan ini menjadi penerbangan perdana yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 14.
Sebelum keberangkatan, para jemaah dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Sudiang Makassar pada 30 April 2026 pukul 08.00 Wita. Berbagai persiapan pun telah dirampungkan oleh pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maros.
Kepala Kantor Kemenhaj Maros, Ahmad Ihyadin, memastikan seluruh perlengkapan jemaah telah didistribusikan.
“Alhamdulillah semua sudah terbagi perlengkapannya, id card, stiker untuk masuk ke asrama haji, kemudian tali koper dan lainnya,” ujarnya, Minggu (27/4/2026).
Ia menjelaskan, seluruh jemaah akan berangkat dari rumah masing-masing menuju Asrama Haji Sudiang. Proses pemberangkatan hingga pemulangan difasilitasi oleh BPIH Embarkasi Makassar melalui pemberian stiker khusus.
Setiap jemaah hanya diperbolehkan didampingi satu orang pengantar yang memiliki stiker resmi. Pengantar hanya diizinkan masuk hingga Aula Musdalifah untuk membantu menurunkan barang bawaan.
“Setelah itu jemaah diarahkan ke Aula Arafah untuk proses penerimaan, sementara pengantar diminta langsung keluar dari kompleks asrama haji untuk menghindari kemacetan,” jelasnya.
Pihak panitia juga telah mengantisipasi kepadatan kendaraan dengan mengarahkan sebagian jemaah untuk melaksanakan salat subuh di sekitar Masjid Kuba atau area sekitar asrama sebelum masuk secara bertahap.
Sementara itu, kloter terakhir jemaah haji asal Maros dijadwalkan berangkat pada 20 Mei 2026 dengan jumlah sekitar 13 orang.
Secara keseluruhan, jumlah CJH asal Maros tahun 2026 mencapai 626 orang, terdiri dari 409 perempuan dan 217 laki-laki. Selain itu, terdapat lima orang jemaah cadangan yang telah melunasi biaya haji dan siap diberangkatkan jika mendapat panggilan.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menyampaikan bahwa jumlah jemaah tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah jemaah haji kita saat ini berjumlah 626 orang. Ini peningkatan hampir 100 persen dibanding tahun lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari total tersebut terdapat satu kloter penuh yakni Kloter 14 dengan jumlah 387 orang, sementara sisanya tersebar di sejumlah kloter lain.
“Jadi satu kloter full satu pesawat, selebihnya terbagi di beberapa kloter,” tutupnya.







