Percepat Akses Sanitasi Aman, Bupati Irwan Teken Komitmen Pembangunan Sanitasi 2026

LUWU TIMUR, SOLUSINEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mematangkan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Komitmen Pembangunan Sanitasi oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, dalam rangka pendampingan implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Tahun 2026.

Prosesi penandatanganan tersebut dilakukan di tengah agenda audiensi bersama jajaran Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Selatan pada kegiatan Coaching Clinic II yang digelar di Kediaman Bupati Luwu Timur, Selasa (30/6/2026).

Langkah ini menjadi bukti konkret komitmen jangka panjang pemerintah daerah untuk menghadirkan jaringan sanitasi yang terpadu.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Irwan menyatakan dukungannya secara penuh terhadap paket kebijakan Lutim Juara (Luwu Timur dengan Jaringan Sanitasi Terpadu, Unggul, Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan). Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program berskala daerah ini.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten dapat berjalan maksimal, dengan layanan sanitasi yang aman, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk masyarakat,” ujar Irwan Bachri Syam.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BPBPK Sulsel, Baskoro Elmiawan, selaku pimpinan rombongan menjelaskan bahwa forum Coaching Clinic II ini dirancang untuk menguji sekaligus memperkuat keseriusan pemerintah daerah.

Sektor sanitasi dinilai krusial karena berdampak langsung pada kelangsungan hidup masyarakat dan mutu lingkungan di masa depan.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan komitmen daerah dalam meningkatkan layanan sanitasi, baik dari sisi akses maupun keberlanjutannya,” jelas Baskoro Elmiawan.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Bapperida Luwu Timur Kamal Rasyid, Kepala Dinas Kesehatan dr. Helmy Kahar, serta perwakilan Ketua PKP Sulsel dan PKP Lutim.

Program percepatan ini terintegrasi langsung dengan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) nasional.

Fokus utamanya mencakup tiga pilar penting pelayanan dasar, yakni pengelolaan air limbah domestik, manajemen persampahan yang adaptif, serta penataan drainase lingkungan demi menyokong target Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang sanitasi. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *