Resign dari Perusahaan Bergaji Dolar, Lulusan Kampus Perhotelan ini Sukses Bisnis Kopi di Kampung

Barista Kedai Kosim.(google maps)

Selanjutnya di tahun 2018, uang yang mendatangi Tama. Ia didatangi investor yang ingin dibuatkan bisnis kopi yang sama.

Setelah Tama membuatkan perencanaan bisnisnya, si investor pun mempercayakan dananya sebesar Rp 650 juta untuk dikelola Tama mengembangkan jaringan dan unit usaha Kedai Kosim.

Tips Bisnis

Owner Kedai Kosim, Tama, juga membagikan tips dan pesan dalam berbinis.

“Belajar dari beberapa usaha yang saya lakukan, ramai atau tidaknya (konsumen) itu pilihan. Kalau awalnya kita mau buka ramai, itu akan menular,” katanya.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan energi positif itu akan selalu menular dan hal itu juga berlaku dalam bisnis.

Sebelum ia membuka Kedai Kosim, Tama mengaku lebih dulu membuat jadwal dan merancang siapa saja yang diundang datang ke kedainya.

Kedai Kosim saat awal dibuka bahkan beberapa kali ia buatkan acara soft opening. Ia mengundang sejumlah komunitas secara bergiliran untuk datang ke kedainya.

Dalam satu bulan di awal pembukaan Kedai Kosim tersebut, Tama mengundang komunitas berbeda setiap harinya.

Mulai dari komunitas keluarga, komunitas pengusaha, dan lainnya.

“Jadi dalam sepekan, selama sebulan itu, kedai saya terlihat ramai. Jadi energi positifnya itu menular, orang selanjutnya berdatangan tanpa harus diundang,” kuncinya.

Selain itu, Tama turut merasakan dampak pembukaan pandemi tahun 2020. Bisnis kedai kopinya ikut terimbas yang membuatnya memutar otak.

Kebiasaan konsumen berubah di masa pandemi yang penuh keterbatasan gerak, dari pola siap seduh di tempat ke ready to drink atau langsung siap minum.

Tama mengatakan, menjadi pengusaha tidak boleh mudah berputus asa, terus mencari peluang, inovasi, dan mahir beradaptasi.

Olehnya, saat pandemi, Kedai Kosim turut merasakan dampak ekonomi yang dialami banyak pelaku usaha lainnya. Meski demikian, ia tetap berusaha berbagi manfaat dan peluang bisnis agar tetap survive.

Kedai Kosim membuat model booth yang lebih terjangkau hanya dengan modal 15 juta yang bisa membuat pelaku usaha memiliki coffee shop sendiri.

Pesan lain yang dibagikan Tama yaitu hidup ini sebisa mungkin memberi manfaat bagi banyak orang sehingga bisa memberi dampak besar pula bagi diri sendiri.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *