Rp 2,6 Kuardriliun Jumlah Harta Orang Terkaya di Dunia, Elon Musk: Aneh Sekali

Elon Musk (Photo by Britta Pedersen / POOL / AFP) (Photo by BRITTA PEDERSEN/POOL/AFP via Getty Images)

SOLUSINEWS.ID – Elon Musk dicatatkan sebagai orang terkaya di dunia dengan jumlah kekayan mencapai Rp 2,6 Kuardriliun atau senilai Rp 2.643 triliun sebagaimana dilansir dari situs berita Tirto.id, (8/1/2-2021).

Elon menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih lebih dari 185 miliar dollar AS atau sekitar Rp2.600 triliun.
Dia juga mengalahkan Jeff Bezos, pada Kamis (7/1/2021) pagi, yang Rp 1,5 miliar dolar lebih banyak daripada Jeff Bezos, Bloomberg Billionaire Index.

Elon Musk ialah pendiri SpaceX dan Tesla. Kekayaan Elon Musk mencapai puncaknya setelah harga saham Tesla yang meroket hampir 830 persen sejak Maret 2020.

Selama setahun terakhir, tercatat kekayaan bersihnya melonjak lebih dari 150 miliar dolar AS atau Rp2.109 triliun.

Bacaan Lainnya

Dia memiliki sekitar 20 persen ekuitas di Tesla. Dia juga memiliki sekitar 42 miliar dolar AS dalam opsi saham pribadi, menurut laporan yang disampaikan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

Sebagaiamana dilaporkan Xinhua, dikutip dari sumber yang sama, saham Tesla melonjak 7,94 persen pada Kamis (7/1/2021), mencapai harga 816 dolar AS per saham pada penutupan.

Setelah mendapat laporan perihal status barunya sebagai orang terkaya di dunia muncul, Elon Musk mencuit di akun twitternya “Aneh sekali. Baiklah, kembali bekerja.”

Profil dan Jejak Karier Elon Musk

Elon Musk ialah seorang tokoh bisnis, penemu, dan industrialis Amerika Serikat. Ia merupakan pendiri dan CEO SpaceX.

Setelah mengikuti kuliah perdagangan di Queen’s School of Business selama dua tahun, Musk mendapatkan gelar sarjana ekonomi dari the Wharton School of the University of Pennsylvania dan sarjana fisika.

Ia mendirikan SpaceX, Tesla Motors, dan ikut mendirikan PayPal.

Dia kemudian lulus dari Pretoria Boys High School dan pindah ke Kanada tahun 1998 pada usia 17 tahun untuk menghindari wajib militer di Afrika Selatan.

Tahun 1992, setelah belajar selama dua tahun di Queen’s University, Kingston, Ontario, Musk pindah ke Wharton School di University of Pennsylvania dan memperoleh gelar S1 dalam bidang ekonomi dan S1 kedua dalam bidang fisika.

Ia lalu pindah ke California untuk mengejar gelar Ph.D. dalam bidang fisika terapan di Stanford namun keluar setelah dua hari demi mengejar keingingannya untuk berwiraswasta di sektor Internet, energi terbarukan, dan luar angkasa.

Musk mendirikan Zip2, perusahaan perangkat lunak web, bersama adiknya, Kimbal Musk. Perusahaan ini mengembangkan dan memasarkan “panduan kota” Internet untuk industri penerbitan surat kabar.

Musk mendapatkan kontrak dengan New York Times dan Chicago Tribune dan membujuk dewan direkturnya agar mau membataklan rencana merger dengan perusahaan CitySearch.

Compaq mengakuisisi Zip2 senilai US$307 juta secara tunai dan US$34 juta dalam bentuk opsi saham pada tahun 1999. Musk menerima 7% atau $22 juta dari penjualan tersebut.

Musk adalah salah satu pendiri Tesla Motors dan saat ini menjabat sebagai kepala desain produk. Meski begitu, ketertarikan Musk terhadap mobil listrik sudah ada jauh sebelum pendirian Tesla. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *