Rudihartono, Entrepreneur Muda Dibalik Program Kampung Durian di Mallawa Maros

Acara Pencanangan Kampung Durian Satu Pohon Satu Rumah di Aula Desa Gattareng Matinggi, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Minggu (11/12/2022).(*)

MAROS, SOLUSINEWS.ID – Pada Desember 2022 lalu,  Bupati Maros, HAS Chaidir Syam, meresmikan langsung Pencanangan Kampung Durian di Desa Gattareng Matinggi, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros.

Desa ini berada di dataran tinggi wilayah Kecamataan Mallawa sekitar 700 mdpl. Desa ini juga masuk dalam istilah kawasan Baruga.

Istilah dari gabungan tiga nama desa yang berada di wilayah perbatasan Maros dengan Kabupaten Bone, yaitu Desa Batu Putih, Wanua Waru, dan Gattareng Matinggi.

Pencanangan Kampung Durian ini digelar Aula Desa Gattareng Matinggi dirangkai dengan penanaman secara simbolis bibit pohon durian di halaman rumah warga desa setempat.

Bacaan Lainnya

Kehadiran Kampung Durian di desa ini tentunya sesuatu hal yang baru sekaligus menarik karena wilayah Maros bukanlah daerah komoditi buah durian.

Apalagi, durian yang ditanam bukan jenis durian biasa. Melainkan durian jenis premium yaitu Durian Musang King yang populer berasal dari Malaysia dan Singapura dan harganya cukup mahal.

Pencanangan Kampung Durian “Satu Pohon Satu Rumah” di Desa Gattareng Matinggi ini rupanya tak lepas dari seorang pemuda asal Mallawa sendiri yaitu Rudihartono.

Pengusaha muda di bidang IT inilah yang menginisiasi dan bercita-cita menghadirkan Kampung Durian di kampung kelahirannya.

Selain Durian Musang King, bibit Durian Bowler pun ditanam di desa tersebut.

Saat ini sudah ada sekitar 400 pohon durian Musang King yang ditanam di Desa Gattareng Matinggi menggunakan sistem plasma.

Model kerjasama dengan warga setempat selanjutnya dikelola bersama yayasan di desa setempat.

Program Kampung Durian Satu Pohon Satu Rumah ini juga akan menunjang terwujudnya kawasan Baruga sebagai kawasan agrowisata dan Desa Wisata di Mallawa.

Apalagi, warga di desa setempat juga sangat mendukung dan menata desanya dengan menanam pohon pucuk merah di sepanjang jalan desa.

Rudi, sapaan akrab founder aplikasi Solusi Bayar ini, mengaku pencanangan Kampung Durian melibatkan pemerintah desa setempat dan Pemkab Maros, sebagai salah satu upaya menunjang potensi agrowisata di kawasan Baruga di Mallawa.

“Kita mengharapkan program Kampung Durian Satu Pohon Satu Rumah ini juga bisa memberi nilai ekonomis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa setempat,” ujar Wakil Ketua Karang Taruna dan Presidium KAHMI Maros ini saat mendampingi Bupati Maros Chaidir Syam di acara pencanangan tersebut.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *