SINJAI, SOLUSINEWS.ID – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (Kemenpan-RB) Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada Kabupaten Sinjai terkait Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2020.
Melalui SAKIP Award 2020 yang digelar tahun 2021 ini, sebanyak 626 instansi pemerintahan menjadi lokus evaluasi akuntabilitas kinerja dan pelaksanaan birokrasi reformasi diantaranya 84 lembaga dan kementerian.
Serta sebanyak 34 pemerintah provinsi dan 508 pemerintah kabupaten/kota.
Di Sulawesi Selatan (Sulsel) sedikitnya 11 pemerintah kabupaten/kota menerima penghargaan tersebut. Salah satunya SAKIP Kabupaten Sinjai dengan predikat B dan untuk Reformasi Birokrasi berpredikat CC.
Penghargaan itu diumumkan dalam SAKIP Award yang digelar Kemenpan-RB secara virtual langsung dari Hotel Bidahara, Jakarta, Kamis (22/4/2021).
Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai Drs Akbar menuturkan penilaian SAKIP predikat B ini patut disyukuri karena untuk mendapatkan nilai B tersebut sangat berat.
“Semoga kedepan bisa lebih meningkat lagi SAKIP kita agar bisa mencapai target yang lebih maksimal,” kata Akbar usai menghadiri SAKIP Award secara virtual.
Sementara Kadis Kominfo dan Persandian Sinjai, Tamzil Binawan, menyebutkan capaian SAKIP Predikat B ini telah diraih Kabupaten Sinjai tiga kali berturut-turut dengan nilai hasil evaluasi yang terus meningkat setiap tahunnya.
Untuk tahun 2018 nilai SAKIP 62,12 poin, tahun 2019 nilai 64,85 poin dan tahun ini kembali meningkat 1,26 poin atau dengan nilai 66,11 poin.
“Alhamdulillah untuk Sinjai kita sudah mendapat nilai B seperti tahun lalu untuk SAKIP,” ujarnya.
Dari capaian itu, ada peningkatan nilai dari tahun 2020 64,85 poin dan tahun 2021 sebanyak 66,11 poin. Untuk RB Sinjai tetap mendapatkan nilai CC.
Mantan Kabag Organisasi dan Tatalaksana Setdakab Sinjai ini mengaku optimis predikat SAKIP Kabupaten Sinjai kedepannya akan semakin meningkat.
Hal itu dikarenakan keseriusan Pemkab Sinjai dalam meningkatkan kualitas implementasi menajemen kinerja dan birokrasi reformasi seperti penyusunan peta polibisnis.
“Insya Allah dengan kerja keras kita dengan bantuan dari teman-teman kepala OPD sehingga kedepan ini bisa lebih meningkat lagi nilai SAKIPnya,” kuncinya.(*)







