GOWA, SOLUSINEWS.ID – Komunitas literasi bernama Sekolah Literasi Desa (SLD) melangsungkan kegiatan Ekspedisi Literasi yang dilaksanakan di SDI Palempang Desa Balasukka, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Minggu (12/11/2023).
Ekpedisi Literasi yang dilakukan SLD ini diikuti sebanyak 30 orang volunteer yang merupakan gabungan dari berbagai pemuda-pemudi di Sulawesi Selatan.
Muh. Arbi Hardin yang merupakan salah seorang volunteer mengatakan, “Alasan pemilihan SDI Palempang sebagai lokasi ekspedisi literasi karena siswa-siswi di sini masih kurang sekali dalam mengakses pendidikan.”
Lanjut Hardin, banyak ditemukan anak-anak di Sekolah Dasar Inpres (SDI) Palempang yang putus sekolah. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya kesadaran tentang pentingnya pendidikan.
“Selain itu, siswa-siswi di SDI palempang masih banyak yang belum bisa baca tulis oleh karena itu Sekolah Literasi Desa hadir dengan konsep pembelajaran yang mengkolaborasikan metode belajar dan bermain agar anak-anak tidak mudah bosan dan memiliki minat untuk belajar,” lanjutnya.
SDI Palempang sendiri mendidik kurang lebih 30 murid dari kelas 1 sampai kels 6. Sedangkan mereka hanya memiliki 2 orang guru atau tenaga pendidik dan seorang kepala sekolah.
Hanya saja, kata Hardin, menurut penuturan warga sekitar, guru jarang ke sekolah sehingga membuat anak-anak juga malas ke sekolah karena kerap kali tidak ada proses belajar.
Fauzan yang merupakan ketua dari sekolah Literasi Desa, menambahkan, sungguh sebuah ironi ketika negara telah mengamanahkan dalam Pasal 31 UUD 1945 bahwa,”Pendidikan itu menjadi hak setiap warga negara. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.”
“Namun kenyataannya anak-anak di pelosok Palempang Desa Balasukka Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa masih sulit dan kurang dalam mengakses pendidikan. Seharusnya mereka mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, khususnya dinas pendidikan setempat,” jelas Fauzan.
Namun terlepas dari minimnya akses pendidikan yang didapatkan anak-anak Palempang, kondisi ini justru membuat seorang volunteer, Andi Agung mahasiswa dari universitas Hasanuddin, berkesan mengabdikan diri di sana.
“Palempang dengan memorinya. Menurut saya tempat ini merupakan salah satu tempat yang paling berkesan untuk saya, karena di sini adalah tempat dimana saya mendapatkan pengalaman baru bersama dengan teman-teman saya,” kata Agung.
“Di sana kami disambut dan dilayani dengan baik oleh warga desa. Di sana warga-warganya murah senyum dan baik hati. Kondisi ini tentu jauh berbeda dengan orang di kota,” lanjutnya.
“Dengan adanya kegiatan ini pula saya bisa merasakan perkembangan yang sangat berkesan bersama dengan teman-teman saya. Tentu saja kegiatan volunteer ini dapat membantu saya membangun relasi dan meningkat kan softskill yang saya miliki,” tambahnya.
Sekolah Literasi Desa atau SLD merupakan sebuah komunitas yang beranggotakan anak-anak muda penuh semangat mengajak pentingnya ber-literasi.
SLD terbentuk sejak tahun 2016 silam. Komunitas ini dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan minat literasi serta sharing pendidikan ke anak-anak pelosok di Sulawesi Selatan.
Komunitas Sekolah Literasi Desa telah beberapa kali terjun ke desa untuk mengeduksi terkait pentingnya literasi. Kegiatan terbaru mereka kemarin tanggal 9 sampai dengan tanggal 12 November 2023. (*)







