SOLUSINEWS.ID — Tak hanya Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember, sosok ayah juga mendapat penghargaan yang sama lewat sebuah peringatan.
Hari Ayah punya sejarah sehingga akhirnya diperingati hingga kini. Dari sayembara menulis surat untuk ibu, hingga akhirnya berujung pada pertanyaan tentang apresiasi untuk ayah.
Hari Ayah sebetulnya dirayakan pada waktu yang berbeda-beda di setiap negara. Di Amerika Serikat, budaya merayakan Hari Ayah sudah dimiliki sejak Juni 1910 di negara bagian Washington.
Di beberapa negara Eropa dan Amerika Latin, para ayah diberi penghargaan setiap 19 Maret (St Joseph’s Day).
Ditiap negara di dunia punya perbedaan tanggal peringatan Hari Ayah. Di Indonesia, Hari Ayah Nasional diperingati setiap 12 November.
Lantas bagaimana asal mulai peringatan itu tercipta?
Dikutip dari huffingtonpost.com, sejarah lahirnya hari ayah dimulai dari petisi Grace Golden Clayton, warga Fairmont, Virginia Barat yang mengusulkan adanya peringatan.
Apa yang memicunya? hal itu dimulai dari insiden ledakan tambang di dekat kota pada tahun 1907 yang sedikitnya menewaskan lebih dari 360 orang, sebagian besar dari mereka adalah ayah.
Tragedi itu meninggalkan jejak panjang bagi keluarga yang ditinggakan sebab mereka yang tewas akhirnya menjadikan 1.000 anak yatim dan masalah besar di kota itu.
Sejarah itu kemudian berkembang ke berbagai negara untuk menghormati peran ayah dimasing-masing negara.
Selain Amerika seperti Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Turki, Pakistan, Malaysia, peringatan Hari Ayah atau Father’s Day dirayakan hari Minggu ketiga Juni.
Hari Minggu dipilih saat itu sebab para ayah libur tak bekerja, mereka bisa meluangkan waktu untuk berdekatan dengan istri dan anak mereka.
Tanpa bermaksud mengesampingkan peran ibu, sebagian besar ayah di dunia ini menjadi tulang punggung, sandaran dan pelindung dalam rumah tangga.
Dikutip dari kompas female, sejak ribuan tahun yang lalu, anak lebih banyak menghabiskan waktunya dengan figur ibu, sedangkan ayah dipandang sebagai sosok pencari nafkah.
Figur pria yang umumnya secara fisik lebih kuat serta berpikir secara logis dan rasional merupakan penyeimbang dalam sebuah keluarga. Ayah sebagai penengah di mana pada umumnya ibu cenderung menggunakan sisi emosionalnya.
Di Indonesia, Hari Ayah lahir atas prakarsa paguyuban Satu Hati, lintas agama dan budaya yang bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP).
Dilansir dari situs Kemdikbud.go.id, pada 2014 lalu, PPIP mengadakan peringatan Hari Ibu di Solo dengan cara mengadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ibu.
Pada acara tersebut, sekitar 70 surat terbaik dibukukan dan dibacakan oleh peserta yang terdiri dari anak-anak usia SD, SMP, SMA, Mahasiswa serta umum.
Seusai acara, para peserta mengajukan pertanyaan yang membuat panitia penyelenggara terkejut: ”Kapan diadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ayah? Kapan Peringatan Hari Ayah? Kami pasti ikut lagi.”
Pertanyaan tersebut menggugah hati untuk mencari tahu kapan Hari Ayah diperingati di Indonesia, mengingat ayah juga dinilai sebagai sosok penting di keluarga.
Posisi ayah dianggap sejajar dengan ibu dan selalu punya cara sendiri dalam menjalankan perannya sebagai kepala rumah tangga, pemberi nafkah, pelindung dan masih banyak peran penting lainnya di keluarga.
PPIP pun berusaha mencari informasi tentang hari ayah, hingga audiensi ke DPRD kota Surakarta untuk menanyakan kapan hari ayah di Indonesia.
Mereka juga mencaritahu, bolehkah seseorang atau lembaga menetapkan sebuah hari yang dijadikan sebagai Hari Ayah jika hari tersebut memang belum ada. Namun, mereka belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.
Hingga akhirnya, setelah melalui kajian yang cukup panjang, PPIP menggelar deklarasi Hari Ayah untuk Indonesia di Surakarta dan menetapkan tanggal 12 November sebagai Peringatan Hari Ayah Nasional.
Deklarasi tersebut digabung dengan hari kesehatan dengan mengambil semboyan ‘Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya”.
Di hari dan jam yang sama, deklarasi Hari Ayah juga dilakukan di Maumere, Flores, NTT. Dalam deklarasi itu juga diluncurkan buku ‘Kenangan untuk Ayah’ yang berisi 100 surat anak Nusantara yang diselesi dari Sayembara Menulis Surat untuk Ayah.
Usai deklarasi, mereka mengirimkan buku tersebut dan piagam deklarasi Hari Ayah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta bupati di 4 penjuru Indonesia yakni Sabang, Merauke, Sangir Talaud, dan Pulau Rote.
Sejak saat itulah, tanggal 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah Nasional, seperti dilansir dari kompas.com, Kamis (12/11/2020)
Laman pencarian Google hari ini dihiasi dengan google doodle telapak tangan warna-warni dengan kepala dinosaurus sebagai bentuk perayaan Hari Ayah. Selamat Hari Ayah 2020! (*)







