MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Program “Jelajah Sampah” yang digagas Pemerintah Kota Makassar sukses menarik perhatian publik dengan melibatkan rata-rata 500 peserta di setiap kecamatan.
Program yang telah berjalan di empat lokasi dan akan memasuki lokasi kelima ini dirancang untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah rumah tangga.
Hal ini disampaikan Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) Persampahan yang digelar di Hotel Novotel Makassar, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, dari aksi yang sudah berjalan, petugas berhasil mengumpulkan puluhan hingga ratusan kilogram sampah dari berbagai wilayah.
Rinciannya meliputi Kecamatan Panakkukang sebanyak 78 kg, Tamalate 220,48 kg, Bontoala 65 kg, dan Manggala 17 kg.
Kendati demikian, Kepala DLH Makassar Helmy Budiman menyebut keberhasilan program tidak diukur dari beratnya sampah, melainkan dari perubahan perilaku kolektif warga.
Selain aksi bersih-bersih, program kolaboratif ini memperkenalkan konsep urban farming dengan mengolah sampah organik menjadi kompos, serta membuka peluang ekonomi sirkular.
Bulan lalu, DLH melalui bank sampah bahkan telah membeli hasil olahan mandiri masyarakat berupa kompos basah, kompos kering, hingga kasgot (limbah budidaya maggot).
Pemerintah berharap insentif ekonomi ini memicu warga untuk melihat sampah sebagai sumber daya bernilai guna, bukan sekadar barang buangan. (*)







