UMY Gencarkan Literasi Halal dan Keuangan Syariah di Jepang, Bangun Jiwa Wirausaha Diaspora Muslim

LITERASI HALAL. Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan program pengabdian masyarakat bertema Literasi Halal Marketing dan Keuangan Syariah untuk komunitas Muslim internasional di Masjid Indonesia Tokyo, 26 Januari 2025. (dok LPM UMY)

TOKYO, SOLUSINEWS.ID – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan komunitas Muslim internasional melalui program pengabdian masyarakat bertajuk Literasi Halal Marketing dan Keuangan Syariah.

Kegiatan ini berlangsung di Tokyo, Jepang, 26 Januari 2025, bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Aisyiyah (PCIA) Jepang serta berkolaborasi dengan Hosei University, yang diwakili oleh Professor Ryuhei Sano.

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran halal (halal awareness) bagi komunitas Muslim di Jepang yang hidup dalam lingkungan mayoritas non-Muslim. Menurut tim pengusul dari UMY, pemahaman prinsip halal dalam bisnis dan keuangan sangat krusial bagi pelaku usaha diaspora agar kegiatan ekonominya tidak hanya berkelanjutan secara finansial, tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai syariah.

Kegiatan utama dilaksanakan di Masjid Indonesia Tokyo, yang berada tepat di samping Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Jepang. Acara dimulai pukul 10.00 waktu setempat dan dihadiri sekitar 35 peserta. Mereka terdiri dari pekerja migran Indonesia yang memiliki usaha rumahan, serta mahasiswa dari Hosei University.

“Awalnya, program ini dirancang untuk menjangkau warga Muslim Jepang, dengan dukungan penerjemah (interpreter). Namun, karena mayoritas peserta yang hadir adalah warga negara Indonesia, penyampaian materi disesuaikan dengan kebutuhan dan latar belakang peserta,” kata Dr Indah Fatmawati MSi, salah seorang narasumber.

Materi kegiatan diawali dengan sesi literasi halal dalam konteks pemasaran. Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya integrasi prinsip halal dalam proses bisnis dan strategi promosi produk. Selanjutnya, disampaikan juga prinsip-prinsip dasar keuangan syariah yang relevan bagi pelaku usaha kecil, mulai dari pengelolaan keuangan pribadi hingga pembukuan usaha yang sesuai syariah.

Kegiatan berlangsung interaktif, khususnya dalam sesi tanya jawab. Sesi ini berkembang menjadi forum konsultasi wirausaha syariah, yang disambut antusias oleh para peserta.

“Banyak dari mereka merasa tercerahkan setelah mengetahui bahwa tantangan dalam menjalankan usaha di Jepang sebenarnya memiliki dasar keilmuan dan dapat diselesaikan dengan pendekatan syariah yang terstruktur,” tambah pemateri lainnya, Retno Widowati PA MSi PhD.

Selain materi edukatif, kegiatan ini juga menghadirkan pelatihan keterampilan menyulam khusus untuk para ibu. Sebanyak 30 paket alat sulam dibagikan secara gratis.

Pelatihan ini tidak hanya ditujukan sebagai alternatif penciptaan peluang ekonomi kreatif, tetapi juga diperkenalkan sebagai metode healing atau terapi ketenangan. Para peserta tampak antusias mengikuti arahan dan menikmati sesi tersebut sebagai sarana ekspresi kreatif sekaligus ajang silaturahmi.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan dokumentasi bersama. PCIM dan PCIA Jepang menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif UMY yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan komunitas.

“Kegiatan ini menjadi agenda luring perdana sejak pembentukan organisasi mereka, dan berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang,” tambah Dr Diah Handayani MM, pemateri lainnya.

Sebagai bentuk keberlanjutan kolaborasi, sebulan pasca kegiatan, Professor Ryuhei Sano kembali diundang dalam agenda PCIM-PCIA Jepang. Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama yang terjalin telah memberi dampak positif dan membuka peluang sinergi lintas institusi.

Melalui program ini, UMY tidak hanya memperluas kiprah globalnya dalam bidang pengabdian masyarakat, tetapi juga berkontribusi langsung dalam membentuk jiwa kewirausahaan Muslim diaspora yang tangguh, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *