MALILI, SOLUSINEWS.ID — Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam merespons langsung sejumlah keluhan warga saat melakukan blusukan di Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Rabu (19/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Irwan membuka ruang dialog dengan masyarakat di kediaman salah satu tokoh adat, H. Hasan. Sejumlah persoalan disampaikan warga, mulai dari transportasi sekolah, bantuan sosial, kebutuhan listrik dan air, UMKM, kelangkaan LPG, pendidikan hingga kondisi infrastruktur jalan.
Irwan mengatakan, turun langsung ke tengah masyarakat penting dilakukan agar pemerintah dapat mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. Menurutnya, laporan dari jajaran pemerintah belum tentu menggambarkan seluruh persoalan yang dirasakan masyarakat.
“Kalau laporan camat biasanya ya baik pak, beres pak, siap pak. Kepala dinas juga begitu, tapi belum tentu di masyarakat, untuk itu saya mau dengar langsung,” ujar Irwan.
Dalam dialog tersebut, salah satu keluhan yang langsung mendapat respons adalah keterbatasan armada Bus Sekolah di Sorowako. Warga menyampaikan jumlah bus yang tersedia belum sebanding dengan kebutuhan siswa, sehingga pada waktu tertentu para pelajar harus berdesakan saat menggunakan transportasi tersebut.
Mendengar persoalan itu, Irwan langsung menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan Luwu Timur, Syahmuddin, untuk menambah armada dengan mengirimkan satu unit bus sekolah ke Desa Sorowako.
“Besok, kita akan kirimkan 1 unit bus sekolah untuk Desa Sorowako,” kata Irwan.
Selain penambahan armada, Bupati mengungkapkan pemerintah daerah telah menyiapkan skema kerja sama dengan pihak perusahaan untuk memenuhi kebutuhan transportasi bus sekolah di berbagai wilayah Luwu Timur.
Skema tersebut mendapat dukungan dari warga yang hadir dalam dialog.
Tak hanya persoalan transportasi, berbagai keluhan lain juga dicatat pemerintah untuk ditindaklanjuti.
Bupati bersama Camat Nuha dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sengaja turun bersama agar setiap persoalan dapat segera didata, diverifikasi, dan ditentukan langkah penanganannya berdasarkan skala prioritas.
Untuk persoalan infrastruktur jalan, Irwan menjelaskan Pemkab Luwu Timur telah menyiapkan pembangunan secara bertahap melalui skema kontrak tahun jamak atau multiyears.
Menurutnya, skema tersebut ditargetkan mulai diterapkan pada tahun depan untuk mempercepat penanganan infrastruktur jalan di berbagai wilayah Luwu Timur.
Blusukan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Luwu Timur memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat.
Pemerintah tidak hanya menerima laporan melalui jalur birokrasi, tetapi juga berupaya mendengar langsung persoalan warga untuk memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan di lapangan. (*)







