Adaptasi Era Digital, Prodi Studi Nautika Polimarim AMI Lakukan Pemutakhiran Kurikulum

ADAPTASI DIGITAL. Politeknik Maritim AMI Makassar (Polimarim) mengadakan Workshop Pemutakhiran Kurikulum Program Studi (Prodi) Studi Nautika di kampus Polimarim, Jl Nuri Baru No 1, Makassar, Selasa-Rabu (25-26/7/2023). Kegiatan ini bagian dari adaptasi sekolah pelaut dengan era digitalisasi. (dok polimarim)

MAKASSAR – Politeknik Maritim AMI Makassar (Polimarim) mengadakan Workshop Pemutakhiran Kurikulum Program Studi (Prodi) Studi Nautika di kampus Polimarim, Jl Nuri Baru No 1, Makassar, Selasa-Rabu (25-26/7/2023).

Kegiatan pemutakhiran kurikulum tersebut dipimpin mantan Dirjen PPSDM Perhubungan Laut Capt Indra Priatna dan diikuti jajaran wakil direktur, bagian akademik, dan program studi terkait.

Pemutakhiran kurikulum pembelajaran tersebut dilakukan guna beradaptasi dengan era digital sehingga diperoleh kualitas lulusan yang makin meningkat dan relevans dengan kondisi kekinian.

Acara ini juga merupakan bagian dari program Competitive Fund Vokasi 2023 dari Direktorat Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Riset Teknologi (Kemdikbudristek).

Bacaan Lainnya

Capt. Indra Priyatna dalam materinya menekankan bahwa kurikulum harus beradaptasi sesuai kondisi kekinian. Apalagi hal tersebut sesuai dengan rencana strategis (Renstra) setiap lima tahun dilakukan review.

Peserta workshop berjumlah 13 orang. Mereka adalah penjaminan mutu, bagian akademik, ketua prodi, sekretaris prodi, penanggung jawab sertifikat kompetensi, dosen pengajar, dan kepala laboratorium.

“Pemutakhiran kurikulum merupakan bagian dari adaptasi. Hal itu tentu saja sangat penting dilakukan setiap kampus, termasuk diklat pelaut seperti Politeknik Maritm AMI Makassar,” kata Indra Priatna.

Hal tersebut dilakukan, lanjut Indra, agar perguruan tinggi atau program studi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kekinian.

“Adapasi ini juga penting agar dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja. Untuk memperbaiki kualitas pendidikan agar taruna yang menjadi luaran siap menghadapi dunia kerja. Dan wajib dilakukan di era digital seperti sekarang,” jelas Indra.

Lebih jauh, Indra Priyatna mengatakan untuk keahlian bidang kepelautan, aturan dari International Maritime Organization (IMO) melalui STCW juga mengalami adaptasi.

Tak hanya Prodi Studi Nautika, juga dibahas kurikulum Prodi Permesinan Kapal, Manajemen Pelabuhan, Transportasi Laut, Manajemen Logistik, Bisnis Logistik Maritim, dan Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *