SOLUSINEWS.ID – Nilai transaksi cryptocurrency (kripto) atau mata uang digital terus mengalami peningkatan di pasar keuangan pada kuartal pertama tahun 2021.
Sedangkan transaksi saham dan pasar uang malah mengalami penurunan, khususnya pada bulan April 2021. Kenaikan mencolok pada nilai aset mata uang kripto salah satunya yaitu Bitcoin.
Dikutip dari CNBC Indonesia, CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan naiknya kepemilikan Bitcoin di Indonesia sejalan dengan tren yang terjadi di pasar global.
Pada Selasa (13/4/2021), nilai transaksi Bitcoin mencapai Rp 131 miliar, lebih tinggi dibanding dengan nilai transaksi tahun lalu. Kenaikan ini tak hanya terjadi pada Bitcoin, namun juga alternative coin (altcoin).
Tren lainnya juga terlihat dari jumlah member saat ini yang hampir mencapai tiga juga orang. Padahal, tahun 2020 hanya sekitar dua juta orang.
Artinya, makin banyak orang Indonesia yang melakukan transaksi Bitcoin. Dipaparkan, tren kepemilikan Bitcoin di Indonesia hampir sama dengan yang terjadi di pasar global.
Bitcoin merupakan aset kripto yang populer bagi masyarakat Indonesia atau member Indodax.
Daya tarik Bitcoin disebutkan karena kenaikannya yang fantastis hingga membuat orang-orang makin tertarik untuk membeli mata uang digital tersebut.
Faktor pendorong lainnya adalah karena Bitcoin dinilai sebagai aset yang aman dan tidak terpengaruh dengan kebijakan ekonomi global hingga kondisi perekonomian, terutama di masa pandemi.
Kondisi ironis malah terjadi pada aset keuangan lainnya di Indonesia yang mengalami fluktuasi yang dalam satu tahun terakhir.
Transaksi Bitcoin juga dinilai lebih convenience lantaran tidak memiliki batas waktu transaksi. Bisa dilakukan dalam waktu 24 jam, bahkan hari libur.
Pada kuartal pertama tahun 2021, nilai Bitcoin terus mengalami peningkatan per bulannya berturut-turut yaitu 14,54%, 36,69% dan 29,79%.
Di daftar aset cryptocurrency, di bawah Bittcoin terdapat mata uang kripto Ethereum di posisi kedua yang juga melesat sebesar 78,43%, 8,02%, dan 35,26%, selama bulan pertama kedua dan ketiga.
Transaksi mata uang digital ini pun sempat viral setelah miliarder dunia sekaligus pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk, membeli mata uang kripto Doge Coin hingga nilainya melesat.
Pada Januari 2021, Doge coin loncat 687,68%, lalu pada Februari dan Maret 2021, Doge Coin melaju 30,83% dan 11,71%.
BEI Cemas
Sementara Bursa Efek Indonesia (BEI) dirundung cemas karena peningkatan transaksi kripto di Indonesia.
Apalagi, banyak investor ritel beralih dari investasi di pasar modal ke Bitcoin. Efek tersebut membuat nilai transaksi bursa saham domestic sepanjang periode April 2021 rata-rata menurun.
Bulan Januari transaksi di BEI masih berkisar Rp 20 triliun per hari, namun di bulan April 2021 merosot turun dan mencapai Rp 9 triliun saja.
Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa, Laksono Widodo, pun secara pribadi mengaku perkembangan Bitcoin yang naik cukup cepat menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan.
” Walau saya belum tahu secara pasti seberapa besar penetrasi bitcoin di Indonesia,” ungkapnya.
Apalagi, kondisi IHSG (indeks harga saham gabungan) Indonesia ambruk pada bulan terakhir kuartal pertama tahun 2021 sedangkan transakasi mata uang kripto melaju kencang.(*)







