Proses memasak santan menjadi minyak ini juga akan menghasilkan ampas minyak. Itu tandanya, minyak kelapa murninya sudah hampir jadi.
Naah, saat cukup dua jam dimasak, ambillah minyak kelapa yang sudah matang tersebut kemudian tiriskan menggunakan saringan agar ampasnya bisa dipisah.
Dari 8 buah atau butir kelapa tua tadi, bisa menghasilkan sekitar ½ kilogram minyak goreng murni.
Selain lebih sehat dan nikmat untuk menggoreng masakan, minyak goreng murni ini pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan herbal perawatan maupun kesehatan tubuh.
Bisa dipakai untuk keperluan atau konsumsi kebutuhan sendiri, juga bisa dijadikan peluang usaha menguntungkan di pedesaan dan dipasarkan ke perkotaan
Ampas Minyak Santan

Ampas minyak hasil proses pembuatan minyak goreng dari kelapa ini pun malah tetap bisa dikonsumsi dan dijual di pasaran.
Malah dijadikan bahan makanan yang bisa diolah menjadi penyedap dan pelengkap makanan. Selain itu bisa dijadikan produk cemilan yang khas.
Ada banyak nama sebutan untuk ampas minyak kelapa dari proses pembuatan minyak goreng murni ini.
Di daerah Yogyakarta dan Solo disebut kethak atau umumnya disebut Blondo di wilayah Jawa.
Sementara di daerah lain di nusantara ada yang menyebutkanya Galendo, Glondo, Glendo, dan lain-lain.
Sementara di Sulawesi kerap disebut Taek Lallak atau Tahi Minyak.(*)







