MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengimbau agar warga tidak berjualan di area Sabo DAM Sungai Radda, Desa Meli, Kecamatan Baebunta.
Sabo DAM tersebut diketahui dipadati pengunjung dalam beberapa bulan terakhir karena dijadikan tempat wisata permandian.
Bahkan area ini dijadikan sebagai tempat kegiatan ekstrakurikuler beberapa sekolah.
Hal itu pun mendorong warga setempat membangun beberapa lapak untuk berjualan.
Namun lokasi mereka berjualan dinilai rawan dan berisiko terhadap keselamatan.
Sehingga Bupati Indah Putri Indriani, pun mengimbau warga tidak berjualan di area tersebut.
“Area ini tidak aman. Jadi nanti kita tata di tempat yang aman. Nanti dibantu Pak Camat, Pak Desa, Pak Kadisporapar, Pak Kadis DP2KUKM, juga Kepala UPT. Tinggal disepakati titiknya di mana,” imbau Indah saat meninjau Sabo DAM Sungai Radda, Jumat (16/2/2024).
Ia mengkhawatirkan jika tiba-tiba saja terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada kapasitas air di lokasi DAM tersebut maka dapat membahayakan keselamatan warga setempat, utamanya yang berjualan di area tersebut.
Olehnya, lokasi berjualan warga akan diatur agar tidak berjualan di zona bahaya.
“Kita tidak larang (berjualan), tetapi bukan di sini. Nanti diatur yang amannya sehingga juga akan tertata cantik dan lebih rapi lagi,” tambahnya.
Ia juga meminta pengelola Sabo DAM Sungai Radda memasang papan bicara agar warga tahu bahwa lokasi tersebut tidak boleh ada aktivitas seperti berjualan demi keselamatan.
Sungai Radda adalah salah satu sungai dari tiga sungai besar di Luwu Utara yang pernah meluap akibat curah hujan yang tinggi.
Akibatnya, terjadinya banjir bandang pada 13 Juli 2020 yang menyebabkan warga Desa Meli di sekitar sungai tersebut menjadi korban.(*)







