MAROS, SOLUSINEWS.ID – Madani Sahitya Indonesia (MSI) bersama HMI Komisariat Fapertahut Cabang Buttasalewangang Maros menggelar kegiatan Peduli Stunting (PENTING) di Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Maros, Selasa (16/11/2021).
Gerakan PENTING yang dilaksanakan bersama HMI Komisariat Fapertahut Cabang Buttasalewangang Maros periode 2020-2021 yang diketuai Adhi ini diisi dengan aksi bagi-bagi telur puyuh.
Bagi-bagi telur puyuh ini digelar di lokasi kegiatan Peduli Stunting di posyandu desa setempat, tepatnya di Dusun Lekoala.
Sunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kelahiran (HPK).
Di Kabupaten Maros, kasus stunting di tahun 2021 tercatat sebanyak 3.378 berdasarkan data Dinas Kesehatan Maros. Jumlah ini sudah menurun dibanding tahun sebelumnya.
Direktur MSI, Yudhi AW, mengatakan meskipun angka stunting di Maros sudah menurun, namun tidak boleh membuat masyarakat lengah.
“Olehnya, melalui kegiatan ini sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting terus kita galakkan kepada kalangan ibu-ibu hamil dan yang memiliki balita,” paparnya.
Sebelumnya MSI telah menggelar sosialisasi tentang upaya pencegahan stunting di sejumlah desa di Maros disertai pemberian asupan gizi tambahan.
“Berupa makanan seperti kacang-kacangan dan daun kelor yang merupakan sumber sumber gizi yang baik,” sebutnya.
Menurutnya peran ibu terhadap pertumbuhan fisik dan kecerdasan anaknya sangat penting.
Sementara Ketua Umum HMI Fapertahut Salewangang Maros, Adhi, mengatakan kegiatan ini sebagai wujud peran mahasiswa membantu pemerintah daerah menekan pertumbuhan stunting di Maros.
Sebagai langkah awal kegiatan Peduli Stunting yaitu melakukan edukasi untuk kalangan ibu hamil tentang pentingnya pemberian nutrisi pada 1.000 hari pertama saat kelahiran bayi.
“Selepas kegiatan ini kami terus akan melakukan aksi-aksi nyata. Tentu tidak lepas dari kerja sama lembaga MSI yang bergerak dalam upaya edukasi penanganan stunting,” kuncinya.(*)







