MAKASSAR, SOLUSI NEWS.ID – Membeli lauk pauk yang sudah jadi memang lebih praktis, apalagi bagi masyarakat perkotaan yang biasanya memiliki kesibukan atau mobilitas tinggi.
Pertimbangan waktu dan biaya yang tak begitu besar juga sehingga orang lebih memilih membeli makanan jadi termasuk lauk pauk.
Oleh karena itu usaha lauk pauk menjadi salah satu bisnis yang memiliki peluang menguntungkan dalam menambah penghasilan.
Usaha kuliner lauk pauk ini pun sering dijumpai dijual di tepi jalan maupun di kawasan pemukiman.
Salah satu pelaku usaha lauk pauk di Kota Makassar yang dijumpai solusinews.id yaitu Bu Ana (29 tahun).
Bu Ana memulai usaha jualan lauk pauk sejak September 2021. Setiap hari ia membuka usahanya sekitar 4 jam saja.
Yaitu pada waktu siang dan sore, atau mulai pukul 10.00 hingga 12.00 wita, kemudian kembali berjualan pada pukul 16.00 hingga 18.00 wita.
Aneka macam lauk pauk yang disediakan Bu Ana setiap hari. Antara lain ikan, cumi-cumi, terong, telur, sayur, tempe, cabai, dan mie.
Harga lauk pauknya berkisar Rp 5.000 hingga Rp 10 ribu per porsi. Pelanggannya pun selalu ramai setiap hari.
Dalam sehari, lauk pauk jualannya bisa terjual hingga 30 porsi atau bisa menghasilkan omzet hingga Rp 500 ribu.
“Alhamdulillah lauk-pauk saya itu laris manis yah. Setiap hari itu habis terjual semua,” ungkapnya, Senin (21/3/2022).
“Apalagi kalau pembeli itu biasanya ambil tidak hanya satu porsi saja. Kalau beli ikan sekaligus beli sayur juga,” lanjutnya.
Grup WA dan Facebook
Selain berjualan langsung secara offline, ia juga memasarkan lauk pauknya secara online menggunakan media sosial WhatsApp dan Facebook.
Informasi lauk pauk yang tersedia setiap hari, ia sebarkan ke sejumlah grup WA dan FB. Selain itu Ibu Ana juga menerima pesan antar dan paket catering.
Ia mengakui kadang-kadang merasa kewalahan juga mengantar sendiri sejumlah pesanan dari langganan karena tak memiliki kurir.







