SOLUSINEWS.ID – Mata uang kripto Indonesia buatan startup digital lokal, Kala Coin, yang awal diluncurkan ke pasar kripto pada September 2021 lalu, nilainya perlahan merangkak naik.
Dari awal diluncurkan ke market kripto internasional, harganya hanya dibanderol 0,0001 dolar atau senilai Rp 1 (satu rupiah) dengan market cap 75.000 dolar.
Kemudian pada awal pekan November 2021, sudah seharga Rp 500-an di sejumlah platform cryptocurrency atau aplikasi jual beli kripto dunia dengan market cap mencapai 1.500.000 dolar.
Apa itu Kala Coin ?
Kala Coin adalah nama token atau mata uang digital dalam bursa cryptocurrency, sekaligus sebagai koin kripto pertama dari Indonesia.
Diberi nama Kala yang berasal dari nama Bathara/Batara Kala, figur mitologi dalam tradisi kebudayaan Nusantara. Sebagai sebuah simbol, Kala berarti “waktu”.
Adapula yang mengartikan kata ‘Kala’ yang berasal dari bahasa Sanskerta ini sebagai makna ‘manfaat waktu’.

Sementara dalam agama Hindu, disadur dari artikel idntimes.com, Batara Kala adalah putra Dewa Siwa yang memegang kekuasaan sebagai Dewa Waktu.
Batara Kala seringkali digambarkan sebagai penyebab gerhana dan kerap ditampilkan sebagai raksasa menyeramkan.
Ia mempunyai pasangan bernama Dewi Setesuyara. Mereka menguasai alam bawah serta memiliki peliharaan yaitu Naga Besukih
Chief Technology Officer (CTO) Kala Coin, Helmi Andito, dalam keterangan resminya, Senin (1/11/2021), dikutip dari mediaindonesia.com, mengaku sangat optimis Kala Coin mampu memberikan warna berbeda bagi pasar kripto Indonesia dan dunia.
Menurutnya, peminat aset kripto di Indonesia memiliki pasar potensial karena jumlah penduduk yang banyak sementara pengguna kripto masih sangat minim.
“Hanya memang dibutuhkan kerja keras terutama dari segi pengenalan market kripto,” ungkap Helmi.
Optimisme itu juga terdongkrak dengan adanya rencana pemerintah melalui Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) dan pihak terkait membentuk Bursa Kripto Nasional untuk mendorong pasar kripto nasional mampu bersaing secara global.
Saat ini, ditambahkan Helmi, Kala Coin juga menggandeng influencer digital dalam melakukan ekspansi ke market Internasional.
Sementara Founder Kala Coin, Aman Matasulu, menjelaskan tujuan ekspansi ke market global itu untuk menghidupkan komunitas kripto, khususnya di Indonesia.
Serta membuktikan kepada dunia bahwa generasi muda di Tanah Air mampu bersaing secara global di dunia cryptocurrency.
Selain itu, Kala Coin juga telah meluncurkan aplikasi Kala Wallet yang bisa di-download di Google Play dan Kala Dex.(*)







