Dulu Pecahkan Rekor, Kini Nilai Mata Uang Bitcoin Kian Tekor

Photo illustration: Thiago Prudencio/SOPA Images/LightRocket via Getty Images.

SOLUSINEWS.ID – Nilai mata uang kripto (cryptocurenncy) Bitcoin (BTC) kian anjlok dalam beberapa bulan terakhir.

Bahkan memasuki Mei 2022, BTC yang selama ini menempati klasemen teratas daftar mata uang kripto, nilainya kian anjlok.

Padahal tahun 2021 lalu, nilai BTC bahkan dua kali meroket pada bulan April dan November silam.

Pada November 2021 itu, BTC mencetak rekor tertingginya dengan nilai USD 69.000, atau berkisar Rp 1 miliar lebih.

Bacaan Lainnya

Namun, memasuki tahun 2022, nilai BTC malah terus menurun. Nilainya hanya berkisar USD 40.000 atau Rp 500 an juta.

Sementara pada Mei 2022, berdasarkan data dari Coinmarketcap, Senin siang (9/10/2022), nilai BTC merosot hingga Rp 490-an juta atau berkisar USD 33.667 (asumsi kurs Rp 14.565 per dolar AS).

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa (10/5/2022), trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menilai kondisi itu dipengaruhi adanya kebijakan bank sentral AS, the Fed.

Yang memberi dampak dari kenaikan inflasi, krisis geopolitik, dan kekhawatiran atas kebijakan moneter yang lebih ketat oleh The Fed.

Fluktuasi harga kripto pada Mei 2022 ini juga dianggap berkaitan dengan ketidakpastian masa pandemi COVID-19 dan tindakan regulasi baru pemerintah AS.

Afid menambahkan, harga BTC bahkan bisa turun hingga USD 25.000 atau sekitar Rp 363,8 juta.

Ia memaparkan pergerakan BTC dan mata kripto lainnya (altcoin) saat ini berhubungan dengan aset sensitif risiko lain seperti saham, terutama saham teknologi.

Saham-saham teknologi berguguran dalam beberapa waktu terakhir seperti saham Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Meta kompak, yang terjerumus lebih dari 1 persen.

Dari data analisis on-chain, sebagian besar investor jangka pendek telah menjual kepemilikan BTC mereka sebagai reaksi terhadap penurunan harga.

Hal senada diungkapkan Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi. Dia menyebut penurunan drastis di pasar kripto ini disebabkan kenaikan suku bunga AS oleh the Fed dalam menekan inflasi.

Bank sentral global juga dikatakan mengalami inflasi cukup tinggi akibat dampak konflik Rusia-Ukraina.

Apalagi tambahnya, Senin (9/5/2022), beberapa negara memberikan sanksi ekonomi pada Rusia yang menimbulkan inflasi cukup tinggi.

BTC (Bitcoin) adalah salah satu aset kripto paling populer di dunia. Pernah mencetak rekor harga tertinggi pada tahun 2017 dan Tahun 2021.

Pada April tahun 2017 silam, setelah mencetak rekor tertinggi baru senilai Rp 279 juta, nilai BTC malah ambruk hanya dalam beberapa hari dan mencapai level terendah di bulan Juli.

Sementara di tahun 2021, setelah mencetak rekor tertinggi kedua kalinya sekitar Rp 1 miliar di tahun tersebut, nilai BTC malah kembali turun hingga kisaran level USD 45.000 atau Rp 650 juta.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *