Kepala KSOP Utama Makassar Bekali 328 Taruna Polimarim Hadapi Praktik Laut dan Darat

PEMBEKALAN - Kepala Kantor KSOP Utama Makassar, Ir Jon Kenedi MMar Eng MM IPU ASEAN Eng APEC Eng memberi pembekalan untuk 328 taruna Politeknik Maritim AMI Makassar (Polimarim) sebelum menjalani praktik laut dan praktik kerja lapangan (Prakerlap) di Aula Polimarim, Rabu (8/7/2026). (Dok Humas Polimarim)

MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar, Ir Jon Kenedi MMar Eng MM IPU ASEAN Eng APEC Eng membekali 328 taruna Politeknik Maritim AMI Makassar sebelum menjalani praktik laut. Kuliah umum itu berlangsung di Aula Politeknik Maritim AMI Makassar, Rabu (8/7/2026).

Pembekalan tersebut mengangkat tema “Membangun Budaya Keselamatan, Disiplin, dan Profesionalisme Taruna dalam Menghadapi Praktik Laut”. Pesertanya berasal dari empat program studi.

Rincian para peserta berasal Program Studi Nautika 129 orang, Permesinan Kapal 113 orang, Transportasi Laut 78 orang, serta Bisnis dan Logistik Maritim 8 orang. Pembekalan sendiri digelar sejak Senin-Kamis, 6-9 Juli 2026.

Direktur Polimarim AMI Dr Ir Amrin SE ST MT MM MAP CRP CIQA mengatakan kehadiran Kepala Kantor KSOP Utama Makassar adalah untuk memberikan gambaran seperti apa hal-hal yang akan dihadapi dan dipelajari di laut dan juga di pelabuhan.

Bacaan Lainnya

“Terima kasih kepada Kepala KSOP Utama Makassar yang sudah bersedia hadir untuk membekali taruna-taruni kami yang akan turun praktik berlayar dan juga praktik darat,” ujar Amrin.

Di hadapan para taruna, Jon menekankan bahwa praktik laut bukan semata kewajiban akademik untuk memenuhi masa layar. Menurut dia, praktik laut merupakan ruang pembentukan kompetensi, karakter, dan sikap profesional calon perwira pelayaran.

Para taruna, kata dia, akan berhadapan langsung dengan ritme kerja kapal, disiplin komando, serta risiko keselamatan yang tidak selalu muncul di ruang kelas.

Kepala KSOP Utama Makassar Ir Jon Kenedi bersama Direktur Polimarim AMI Makassar Dr Ir Amrin di ruang kerjanya, Rabu (8/7/2026). (Dok Humas Polimarim)

“Praktik laut bukan sekadar memenuhi masa layar, tetapi proses pembentukan kompetensi, karakter, dan profesionalisme sebagai calon perwira pelayaran,” demikian pesan utama yang disampaikan dalam kuliah umum itu.

Jon juga mengingatkan pentingnya budaya keselamatan sejak hari pertama taruna berada di atas kapal. Materi pembekalan memuat pengenalan alat keselamatan, seperti life jacket, lifebuoy, lifeboat, dan life raft. Ia menjelaskan bahwa peralatan itu bukan sekadar perlengkapan formal, melainkan penentu peluang hidup saat terjadi keadaan darurat di laut.

Taruna juga dibekali pengetahuan mengenai pemancar sinyal marabahaya. Di antaranya hand flare, parachute signal, smoke signal, Emergency Position Indicating Radio Beacon atau EPIRB, serta Search and Rescue Transponder atau SART.

Alat-alat tersebut berfungsi membantu kapal lain, pesawat penyelamat, maupun tim SAR menemukan posisi korban ketika terjadi kebakaran, kapal tenggelam, atau perintah abandon ship.

Aspek pemadaman kebakaran di kapal turut menjadi perhatian. Jon memaparkan jenis kebakaran kelas A, B, dan C, berikut peralatan pemadam yang sesuai. Untuk kebakaran akibat listrik, misalnya, ia mengingatkan agar air tidak digunakan karena dapat menimbulkan sengatan listrik.

Kasus Kebakaran di Atas Kapal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *