Kolom Ramadan : Puasa dan Kepekaan Sosial

penulis: Dr Abd Aziz Muslimin S.Ag, M.PD.i, M.Pd.(*)

ALLAH SWT mensyariatkan puasa sebagai ibadah ritual tidak semata-mata bertujuan dan bermuara pada ketaatan ritual, tetapi juga dimaksudkan sebagai ibadah yang memberikan pelajaran sosial bagi umat manusia dengan tujuan menggapai derajat Taqwa yang bermakna indikator utama Kemuliaaan, Kebahagiaan dan Kesehjahteraan. Firman Allah dalam QS Albaqarah: 183

Terjemahnya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Dalam konteks peribadatan Islam umumnya ibadah juga memiliki dampak sosial bagi kehidupan masyarakat.

Puasa Ramadhan sebagai Rukun Islam, namun pada saat yang sama juga mengajarkan umat Islam untuk peka dengan orang sekitar sehingga kita bisa merasakan saling tolong menolong dan Juga membawa kebaikan kepada sesama Muslim untuk saling memperbaiki dalam aspek apapun.

Bacaan Lainnya

Allah Swt. berfirman dalam QS.  al-Hujurat (49): 10:

Terjemahnya: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat

Kebersamaan di acara buka puasa bersama dengan tetangga dan kerabat di rumah dermawan muslim atau di masjid dari bawaan ibu-ibu sekitar masjid memberikan spirit kebersamaaan dan untuk saling berbagi, terutama pendidikan keagamaan bagi anak-anak yang justru memberikan energi positif kepada semua pihak dengan menikmati hidangan buka puasa.

Puasa sebenarnya merupakan perpaduan dari kedua tipe, yaitu pernyatan Alquran bahwa dengan melaksanakan puasa secara baik dan benar akan bermuara kepada peningkatan ketakwaan seseorang merupakan bentuk penegasan kepentingan individu bisa dicapai melalu ibadah puasa tidak hanya berhenti di situ, peningkatan ketakwaan individu menjadi tidak berarti ketika pada saat bersamaan puasa tidak membawa orang kepada kepekaan sosial, berpuasa namun tetangganya kelaparan.

Dengan menahan lapar selama sehari penuh misalnya pelajaran sosial yang terkandung adalah bahwa sepatutnya dengan merasakan lapar kita diajak untuk merasakan kehidupan kondisi sosial sebagian saudara kita (fakir miskin).

Dengan merasakan kelaparan yang serupa juga diharapkan kaum Muslimin menjadi semakin sensitif dengan problem kemiskinan yang ada dalam kehidupan nyata. Berpuasa sebenarnya mengajak seluruh umatnya, utamanya mereka yang berkecukupan, untuk merasakan secara langsung bagaimana kehidupan orang sekitar kita, terutama kaum fakir miskin.

Dengan kata lain, puasa juga bisa dimaknai sebagai simulasi kemiskinan yang harus dijalani seluruh umat Islam tanpa terkecuali.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *