5 Dampak Resesi Bagi Ekonomi Masyarakat, Ini Solusi yang Bisa Anda Lakukan

Ilustrasi (Pixabay/AndreOrtolan

SOLUSINEWS.ID – Awal November 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) melansir, pertumbuhan ekonomi periode Juli hingga September 2020 minus 3,49%.

Menurut hitungan BPS, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia dari kuartal I hingga kuartal III 2020 mengalami kontraksi 2,03%.

Pada kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,32% yoy akibat pandemi Covid-19. Artinya, sudah dua kuartal berturut-turut Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mengalami kontraksi.

Akibatnya, ekonomi Indonesia resmi masuk ke jurang resesi. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengingatkan kemungkinan dampak langsung resesi ekonomi itu bagi masyarakat Indonesia, sebagai berikut:

Bacaan Lainnya

Pertama, turunnya pendapatan pada kelompok masyarakat menengah dan bawah secara signifikan. Dengan menurunnya pendapatan, maka dikhawatirkan jumlah orang miskin semakin banyak.

Kedua, penduduk kota bisa saja berkurang, namun sebaliknya, penduduk desa akan bertambah.
“Pasalnya, desa akan menjadi tempat migrasi pengangguran dari kawasan industri ke daerah-daerah karena gelombang PHK masal,” ujar Bhima, seperti dilansir kontan.

Ketiga, resesi berimbas pada mereka yang sedang mencari pekerjaan. Angkatan kerja baru akan makin sulit bersaing, karena jumlah lowongan pekerjaan menurun.

Perusahaan kalaupun akan melakukan proses rekruitmen, akan memprioritaskan karyawan yang sudah berpengalaman.

Keempat, konsumsi rumah tangga bisa saja tertahan. Pasalnya, masyarakat cenderung berhemat untuk membeli barang sekunder dan tersier, sehingga fokusnya hanya pada barang kebutuhan pokok dan kesehatan.

Kelima, konflik sosial di masyarakat berpotensi meningkat, sebab ketimpangan yang semakin lebar.

“Orang kaya bisa tetap survive, selain karena aset mereka masih cukup, juga karena digitalisasi. Sementara kelas menengah rentan miskin, tidak semua dapat melakukan WFH, apalagi saat pendapatan juga menurun,” jelasnya.

Namun, Anda jangan terlalu khawatir dengan kondisi resesi. Karena ada sejumlah solusi yang bisa dilakukan untuk menghadapi resesi agar tetap survive dalam memenuhi kebutuhan hidup Anda.

Berikut solusi yang dirangkum Solusinews.id dari sejumlah sumber:

Menghemat Pengeluaran

Jagalah keuangan Anda dengan tidak mengeluarkan uang atau membeli sesuatu yang tidak begitu dibutuhkan.

Pikir matang-matang untuk membeli sesuatu. Dahulukan kebutuhan pokok atau primer dalam kehidupan sehari-hari.

Hindari Utang

Hindari utang atau menambah utang apalagi sampai menambah kredit di lembaga keuangan. Apalagi jika penghasilan Anda terbatas atau Anda sudah tak memiliki penghasilan tetap akibat pandemi Covid.

Berutang hanya kan menambah beban ekonomi dan hidup Anda. Sebaliknya, jika memiliki dana, segeralah lunasi utang Anda.

Buka Usaha Sampingan

Carilah peluang usaha yang terbaik dan tidak memberatkan Anda. Walaupun keuntungannya kecil, tak salah Anda mencobanya daripada menginginkan keuntungan besar sedangkan Anda belum berpengalaman menjalani usaha sampingan Anda.

Bisnis rumahan walaupun kecil akan lebih efektif daripada memulai usaha dengan modal besar yang risiko pun bisa besar. Apalagi Anda baru memulai usaha tersebut.

Tingkatkan Keterampilan

Jika Anda merupakan ‘korban’ PHK atau diputus kontrak dari perusahaan, ada baiknya Anda tak tinggal diam dengan terus mengasah skill atau keterampilan Anda untuk membuat karya atau kreativitas.

Dengan begitu, Anda tidak hanyut dengan keadaan atau tidak mudah stress. Siapa sangka, keterampilan atau skill Anda yang kemudian diposting di media sosial bisa menarik orang lain untuk membutuhkan jasa keterampilan Anda tersebut.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *