DALAM perencanaan pesan dan media pada lingkup kegiatan komunikasi, terdapat beberapa cara penyusunan atau pengorganisasi pesan yang dapat dibuat.
Tiga diantaranya adalah pola penyusunan Pesan Deduktif, Induktif, dan Topikal.
Dalam memilih pola penyusunan pesan dalam kegiatan perencanaan komunikasi ini tentunya mempertimbangkan beberapa hal pula.
Pertimbangan memilih organisasi pesan ini diantaranya siapa khalayak sasaran atau segmentasi audiens (komunikan), waktu dan ruang yang tersedia, serta tujuan komunikasi yang dibuat.
Oleh karena itu, ada baiknya kita perlu mengetahui pengertian 3 pola organisasi pesan tersebut
Pesan Deduktif
Pesan Deduktif adalah pengorganisasian pesan yang dimulai dengan gagasan pokok/utama diikuti penjelasan gagasan turunan dan berbagai penjelasan pendukung.
Sederhananya, informasi disusun mulai dari hal utama/pokok ke informasi sekunder.
Selain itu, organisasi pesan deduktif adalah metode penyusunan pesan dimana kesimpulan atau inti pesan disampaikan terlebih dahulu lalu diikuti oleh argumen atau bukti yang mendukung kesimpulan tersebut.
Pendekatan pesan Deduktif ini bermanfaat dalam membantu penerima pesan atau audiens sasaran untuk memahami inti dari informasi yang disampaikan sebelum mendalami detailnya
Contoh Pesan Deduktif dalam Periklanan:
Judul: “Diskon 50% untuk Semua Produk!”
Penyusunan pesan:
“Mulai hari ini, kami menawarkan diskon 50% untuk semua produk di toko kami. Penawaran ini berlaku selama satu minggu saja.
Kami ingin memberikan kesempatan kepada pelanggan setia kami untuk menikmati produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Jangan lewatkan kesempatan ini untuk berbelanja dengan hemat!”
***
Pada contoh diatas, target audiensnya dapat menyasar pelanggan setia yang sudah mengenal dan menyukai produk yang ditawarkan karena informasi diskon besar tersebut akan menarik perhatian mereka.
Selain itu, pembeli potensial yang mungkin belum pernah membeli produk dari toko tersebut, bisa tertarik dengan penawaran diskon yang menggiurkan.
Contoh lain Pesan Deduktif ini digunakan dalam pengumuman pada lingkup perusahaan. Misalnya pengumuman tentang pengurangan Jam Kerja.
Isi pesan deduktif dalam pengumuman tersebut sebagai berikut:
“Mulai bulan depan, perusahaan akan mengurangi jam kerja mingguan dari 40 jam menjadi 35 jam.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan hasil survei kepuasan karyawan yang menunjukkan bahwa banyak dari Anda merasa kelelahan dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Kami percaya bahwa dengan pengurangan jam kerja ini, produktivitas dan kesejahteraan karyawan akan meningkat.”
***
Pesan Induktif
Pengorganisasian pesan yang diawali dengan penyampaian informasi, kasus-kasus nyata, dan keterangan spesifik, dilanjutkan dengan hal yang bersifat umum hingga berlanjut pada topik utama.
Sederhananya, pesan disusun dari hal/informasi sekunder ke utama/pokok.
Pengertian lainnya yaitu penyusunan pesan dimana argumen atau bukti disampaikan terlebih dahulu, diikuti oleh kesimpulan atau inti pesan di akhir.







