‘Ratu Kriuk’ Camilan Viral yang Modalnya Rp200 Ribu Saja

SOLUSINEWS.ID – Seorang ibu rumah tangga asal Tasikmalaya, Rini Sri Wahyuni sukses mematahkan anggapan bahwa membangun usaha harus dimulai dari modal besar.

Rini justru membangun usaha camilannya yang dinamakan Ratu Kriuk dengan modal kecil.

Founder Ratu Kriuk itu bahkan hanya mengeluarkan Rp200 ribu hingga usahanya terus berkembang dan meraup omzet ratusan juta.

Tak tanggung-tanggung, saat pandemi Covid-19, Ratu Kriuk masih membuka lapangan pekerjaan baru.

Bacaan Lainnya

Ratu Kriuk sendiri merupakan UMKM yang menjual camilan berupa makaroni, basreng, hingga keripik kaca.

Awal Sukses Rini

Mulanya Rini memulai bisnis makaroni schotel. Namun ia melihat peluang bagus dalam bisnis ini ketika membeli oleh-oleh makaroni untuk teman-temanya di Bandung.

“Kami beli perbungkus lima ribu untuk oleh-oleh teman di Bandung, lalu saya dan suami pikir lumayan juga kalau untuk dijual, dari sinilah ide menjual makaroni tercetus,” kata Rini, dikutip dari Fimela, Minggu (17/10/2021).

Rini dan suami lalu membeli bahan baku berupa makaroni kering, bumbu penyedap, dan kemasan produk. 14 Februari 2017, ia berhasil meluncurkan produknya ke orang-orang terdekatnya.

Tips! Manfaatkan Layanan Endorsement

90 hari dagangannya berjalan, penjualan naik signifikan. Ratu Kriuk pun mulai meningkat. Rini bercerita kala itu ia dibantu temannya yang merupakan seorang influencer atau selebgram.

“Dia tiba-tiba tawarkan promosi usaha ku. Ternyata setelah di-endorse, hasil penjualan Ratu Kriuk meningkat sekali. Biasanya seminggu terjual 10 kg, setelah endorse bisa mencapai 70 kg per minggu,” kisah ibu dari dua anak ini.

Kini, penjualan ratu kriuk bisa mencapai 1 kuintal per hari dengan omzet Rp200–Rp250 juta perbulan. Sampai-sampai mereka sudah memiliki 34 agen yang tersebar di kota-kota besar Indonesia.

Tips! Berpikir Postif dalam Berbisnis

Kesuksesan Rini, membuatnya berpikir bagai mimpi. Bisnis dari nol sukses besar.

Tipsnya, ialah selalu percaya bahwa setiap perkataan yang diucapkan adalah doa. Olehnya keduanya selalu berbicara hal-hal baik. Positif.

“Dulu aku pernah nyeletuk sama suami, nanti 1 kuintal gak sebulan, tapi sehari. Dan tak disangka benar terjadi. Belum setahun usaha kami berjalan, penjualan kami mencapai 1 kuintal per hari. Benar-benar, setiap omongan adalah doa. Tapi tentu saja harus tetap diimbangi usaha,” tutur Rini.

“Omzet awal Rp5 juta. Setelah itu, 5 sampai 7 bulan omzetnya meningkat Rp20 juta perbulan. Setelah setahun makaroni kami terjual 1 kuintal per hari, omzetnya Rp200-250 juta perbulan,” lanjutnya.

Tips! Kunci Usaha adalah Konsistensi

Sudah memasuki tahun ke-5, Ratu Kriuk tetap esksis.

Rini membeberkan, ada beberapa hal yang harus dilakukan pelaku usaha makanan ringan agar bisnisnya tetap eksis.

“Kalau camilan, kuncinya konsistensi rasa. Kalau konsumen sudah tahu rasa produk kita dan tak berubah, maka konsumen tidak akan beralih ke toko lainnya,” ujar perempuan kelahiran 20 Desember 1991 itu.

Konsistensi itu lah, yang membuat betah konsumen.

Selain itu, ia juga selalu mendengarkan permintaan konsumen.

“Selain itu, saya juga tidak berhenti untuk melakukan endorsement. Endorsement menjadi salah satu ikhtiar saya untuk mengenalkan Ratu Kriuk ke seluruh Indonesia,” tandasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *