Kegiatan dan program yang ditawarkan tim PIPK Jeruk Keprok Selayar ini juga mendapat dukungan dari berbagai instansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selayar.
Sekretaris Dinas Pertanian Pemkab Kepulauan Selayar Agussalim menyebutkan jika Kabupaten Kepulauan Selayar dikenal dengan produksi jeruk keproknya.
Agussalim mengatakan di Selayar, dari data BPS tahun 2020 menunjukkan bahwa produksi tanaman hortikultura yakni berasal jagung, kacang-kacangan, ubi, jeruk, mangga, pisang, dan pepaya.
Khusus dari Desa Batangmata Sapo dimana tanaman holtikultura menghasilkan 31,995 ton dari area seluas 84,92 hektar. Produksi hortikultura terbanyak adalah jeruk keprok, yaitu 17,5 ton pada areal seluas 36 hektar.
Selain itu, terdapat juga usaha perkebunan yang dikelola oleh masyarakat, meliputi kelapa, mente, jeruk, jati, kenari, dan mangga, dengan jumlah produksi terbanyak adalah kelapa (15.074 pohon) dan mente (6.488 pohon).
“Nah, terobosan dengan memberi nilai ekonomi lebih pada produksi holtikultura tanaman jeruk keprok, tentu akan meningkatkan potensi pendapatan warga,” jelas Agussalim.
Agus menambahkan, pihaknya sangat setuju dengan tahapan kegiatan yang dilakukan tim PIPK Jeruk Keprok Selayar. Dimulai dari sosialisasi program dan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk menjaring masukan warga dan pihak-pihak terkait.
“Saya membaca program ini sangat positif, karena banyak hal yang dilakukan terhadap tanaman holtikultura jeruk keprok. Saya lihat tim PIPK juga membuat kerjasama kemitraan dengan UMKM,” lanjutnya.
“Ada juga kegiatan penerapan teknologi, ujicoba produksi, lalu perbaikan kemasan, standardisasi produk, bahkan perbaikan manajemen keuangann,” lanjutnya.
Agrowisata Jeruk Keprok







