Untuk menghadirkan konsep warkop keliling menggunakan Toyota Kijang Grand Ekstra tahun 1988, Naim mengaku mengeluarkan biaya sekitar 45 juta.
Alasannya memilih konsep mobile atau warkop keliling karena lebih fleksibel dan lebih santai.
Dalam pemasarannya, Warkop Macca Keliling juga menggunakan media sosial melalui akun instagram, Macca Keliling dan Galeri Macca Project, untuk promosi.
“Kami biasa buat kegiatan bertema literasi, bazar buku, diskusi, nonton film dan kolaborasi dengan komunitas-komunitas setempat,” tambahya.
Beberapa lokasi yang dijadikan tempat singgah warkopnya antara lain di kawasan Swiss (Sekitar Wilayah Sungai Saddang), Anjungan Sungai Mata Allo.
“Patung Sapi, dan sesekali di Kebun Raya Masenrempulu,” terang Naim, Rabu (23/12/2021).

Ngopi Sambil Baca Buku
Naim juga menyematkan konsep literasi ala perpustakaan keliling pada usaha kulinernya tersebut.
Dengan perpaduan konsep itu, pengunjung Warkop Macca Keliling bisa menikmati kopi dan membaca buku-buku yang tersedia.
Ia menjelaskan bahwa nama warkop keliling miliknya juga berasal dari Komunitas Galeri Macca.
“Karena konsepnya mobile, jadi pakemi nama Macca Keliling. Di mobil juga tersedia buku-buku bacaan yang bisa dibaca pengunjung,” terangnya.(redo)







