Usaha Kopling ala Dg Taba, Terinspirasi Street Coffee Thailand dan Vietnam

Usaha street coffee atau kopi jalanan ala barista milik Dg Taba di Kota Makassar.

Dg Taba menjelaskan bahwa usaha street coffee memiliki segmentasi pasar berbeda dengan warung kopi umumnya.

Meskipun juga melayani pengunjung individu di beberapa lokasi fasilitas umum di Makassar, fokus layanan usahanya yaitu melayani sistem panggilan.

Baik itu orderan dari rumahan, komunitas, atau instansi. Untuk segmen tersebut, Dg Taba siap melayani dengan minimal order 5 gelas.

Harga segelas kopi ala barista yang disajikan Dg Taba pun terbilang bersahabat yaitu hanya Rp 10 ribu per cup.

Bacaan Lainnya

Mental dan Skill

Sepengetahuan Dg Taba, usaha kopling atau jualan kopi secara mobile sudah ada di Kota Makassar.

“Sementara yang model street coffee menggunakan motor roda dua atau sepeda, itu saya belum tahu dan temukan di Kota Makassar,” tambahnya.

Bagaimana kalau ada yang meniru model usaha kopi kelilingnya di Makassar hingga nantinya marak bermunculan di pusat-pusat keramaian warga ?

Bagi Dg Taba, ada dua hal yang sulit dicontoh atau diciplak dalam sebuah usaha yaitu mental dan skill.

Jadi bukan masalah atau menjadi sebuah persaingan jika ada usaha street coffee lain yang muncul di Kota Makassar menggunakan roda dua, sepeda kaki, maupun kendaraan lain.

“Apa sih usaha orang yang saat ini tidak bisa dicontohi? Hampir semua usaha yang ada saat ini bisa dicontoh dan dilakukan orang lain. Bagi saya itu bukan masalah,” katanya.

Prinsip Dg Taba, rezeki itu sudah ditentukan Sang Maha Pemberi rezeki. Bila nantinya ada usaha street coffee lain di Makassar, itu bukan pesaing dan tak perlu merasa disaingi.

Malah, DG Taba mengaku siap membantu orang yang ingin membuat usaha yang sama. “Termasuk bagaimana meracik dan membuat sajian kopi ala barista. Saya siap bantu,” ujarnya.(bersambung)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *