“Maka dari itu saya berpikir jika membuka usaha corndog ini bisa menarik para pecinta korea yang ada di Makassar untuk membeli dan menikmatinya,” terang Salsa.
Ide usaha Salsa dan keluarganya itu pun membuahkan hasil. Jualan corndog nya diminati kalangan milenial.
Apalagi dijajakan di tepi jalan poros BTP, kawasan pemukiman padat penduduk yang memiliki tingkat lalu lalang atau traffic orang yang melintas begitu tinggi.
Harga corndog yang dijual Salsa hanya Rp 6.000 per tusuk. Corndog jualannya menyediakan varian rasa coklat, original, tiramisu, dan greentea.
Seiring waktu, omzet usaha Salsa pun terus bertumbuh. Corndognya selalu laris dari hari ke hari hingga ia bisa membeli kendaraan sendiri.
Keuntungan menjual corndog setiap hari itu, Salsa dan keluarga bisa menghasilkan Rp 300 hingga Rp 400 ribu per hari.
“Dalam sehari biasanya jualan corndog saya terjual sebanyak 50 tusuk. Dari hasil jualan itu, saya sudah bisa membeli motor sendiri,” tutur perempuan berhijab yang masih bujangan ini.(*)







