Apalagi, di Palopo belum ada atau belum banyak yang menjual jajanan kentang spiral ala Korea tersebut sehingga ia pun termotivasi merintis kedai kentang spiral miliknya.
“Modal awal yang kami gunakan untuk memulai usaha ini sekitar 5 juta. Itu sudah sama gerobaknya,” terang Evy saat dijumpai, Jumat (27/5/2022), di Alun-alun Lapangan Pancasila Palopo.
Untuk berjualan dalam sehari, Kedai Kentang Spiral menyiapkan bahan sekitar 20 kilogram kentang. Dari 20 Kg kentang itu bisa menghasilkan sekitar 200 tusuk kentang spiral.
Setiap tusuk dijual seharga Rp 10 ribu dengan kemasan khusus yang bersih dan nyaman. Saat ini Kedai Kentang Spiral belum melayani pesan-antar.
Jajanan gurih dan lezat ala Korea ini bisa dijumpai dan dibeli langsung di Kedai Kentang Spiral yang buka mulai 16.00 wita hingga 00.00 wita di kawasan kuliner Lapangan Pancasila.
Informasi tentang Kedai Kentang Spiral milik Evi ini juga dapat ditemukan di akun media sosial instagram @kentang spiral Palopo.
Walau terbilang baru, usaha kedai boks kuliner milik Evi ini sudah menghasilkan profit dari omzet penjualan yang berkisar Rp 1,5 juta perhari.
“Alhamdulilah keuntungan dari hasil usaha ini, saya bisa gunakan juga untuk membeli keperluan rumah dan membayar cicilan,” tuturnya.
Sebagai pelaku usaha yang turut berjualan di kawasan alun-alun Kota Palopo tersebut, ia mengapresiasi pemerintah setempat dengan menyediakan kawasan Lapangan Pancasila.
Yang sejak lama dibuka dan dimanfaatkan untuk mendukung perekonomian masyarakat Kota Palopo, khususnya pelaku usaha mikro berjualan aneka macam produk.
Selain itu, ia mengharapkan area tersebut bisa dikelola baik lagi seperti dalam hal penataan lokasi berjualan agar pelaku usaha atau PKL tenang berjualan dan tidak berpindah-pindah lagi.(Missfi)







