Emas, Logam Bernilai yang Tak Ada Matinya sepanjang Zaman, juga Tercatat dalam Ayat-ayat di Al Quran

ilustrasi emas

EMAS adalah logam bernilai sepanjang masa, walau zaman dan peradaban manusia di atas bumi silih berganti.

Sejumlah alasan mengapa emas hingga kini menjadi logam berharga dan nilainya tidak mengalami penyusutan sepanjang sejarah peradaban manusia.

Dibandingkan jenis logam lainnya, emas merupakan logam mulia yang cukup langka.

Bersumber dari wikipedia, emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (Latin: aurum) dengan nomor atom 79.

Bacaan Lainnya

Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tetapi terserang oleh klorin, fluorin dan aqua regia. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat Celcius.

Sebagai logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,5 – 3 (skala Mohs).

Mendapatkan dan memoles emas tidak semudah mendapatkan logam jenis lainnya di perut bumi.

Terdapat sekitar 45 negara yang memiliki tambang Emas, salah satunya di Indonesia.

Biaya untuk menambang dan mengolah emas pun sangat besar. Tak heran jika memproduksi emas batangan murni masih terbatas, selain harganya pun sangat mahal.

Berikut alasan mengapa emas memiliki nilai yang stabil dan menjadi logam berharga sejak zaman kuno hingga saat ini :

Stok Terbatas

Emas adalah logam langka di Bumi dan jumlahnya terbatas. Proses pembentukan emas memakan waktu yang sangat lama.

Tahan terhadap Korosi

Emas adalah logam yang tahan terhadap korosi atau oksidasi sehingga tidak akan berkarat atau rusak dari waktu ke waktu.

Sifat ini membuatnya cocok sebagai bahan perhiasan dan harta simpanan yang sangat bernilai.

Indah dan Unik

Emas memiliki warna kuning yang indah dan mengkilap sehingga membuatnya menarik banyak orang. Keindahan dan keunikannya membuat emas dijadikan sebagai perhiasan maupun dekorasi.

Dibutuhkan Industri dan Teknologi

Selain dijadikan perhiasan dan alat investasi, emas memiliki berbagai kegunaan dalam industri seperti dalam teknologi elektronik karena konduktivitas listriknya yang tinggi dan ketahanannya terhadap korosi.

Anti Inflasi

Emas sering dianggap sebagai pelindung nilai terhadap inflasi karena nilainya yang relatif stabil.

Selama periode inflasi, harga barang dan layanan cenderung meningkat, tetapi nilai emas tetap cenderung konsisten.

Budaya dan Sejarah

Emas menjadi simbol kekayaan, kekuasaan, dan prestise dalam banyak budaya sejak zaman kuno.

Nilai simbolis ini terus bertahan hingga saat ini.

Investasi dan Perdagangan

Emas digunakan sebagai bentuk investasi, baik dalam bentuk perhiasan, koin, atau batangan emas. Selain itu emas menjadi sarana perdagangan dan cadangan moneter di sejumlah negara.

Selain itu, emas juga disebutkan dalam beberapa kisah di dalam ayat-ayat kitab suci Al Quran.

Sebagai logam yang menyimbolkan keindahan, kekayaan, dan kekuasaan, emas banyak dikisahkan membuat umat dan penguasa zaman dulu malah menjadi lalai dan melupakan kewajibannya untuk beribadah kepada Allah SWT dan mensejahterakan bumi.

Disadur dari blog Al Quran Pedia, berikut sejumlah ayat di Al Quran yang berkaitan dengan emas.

Al-A’raaf : 148

“Dan kaum Musa, setelah kepergian Musa ke gunung Thur membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan) dan mereka adalah orang-orang yang zalim”.

 Al-Hajj : 23

“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera”.

Al-Israa’ : 93

“Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca.” Katakanlah: “Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”

Q.S Ali ‘Imran : 14

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.

Q.S Ali ‘Imran : 91

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong”.

Q.S At-Taubah : 34

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,”

Q.S At-Taubah : 35

“pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”

Q.S Az-Zukhruf : 35

“Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”

Q.S Az-Zukhruf : 71

“Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.”

Q.S. Faathir : 33

“(Bagi mereka) syurga ‘Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera.”

Itulah sejumlah ayat dalam Al Quran yang menyebutkan tentang emas. Emas bukan hanya ada di dunia, namun juga mengisi Surga dan menghiasi penghuninya.

Bedanya, emas di dunia yang dimiliki dan dikelola oleh manusia akan dihisab dan dipertanggungjawabkan penggunaannya di akhirat.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *