Sekilas Sejarah Penggunaan Emas di Dunia

ilustrasi koin emas (int)

SEJARAH emas sebagai bahan perhiasan dan alat tukar nilai sudah berlangsung sejak zaman kuno. Emas pertama kali digunakan sebagai alat tukar nilai sekitar 600 SM di wilayah Asia Minor.

Pada masa itu, emas diukur dengan berat dan digunakan sebagai standar untuk menilai nilai barang dan jasa.

Selama berabad-abad, emas juga digunakan sebagai bahan perhiasan dan simbol kekayaan dan status sosial.

Emas banyak digunakan untuk perhiasan dan keperluan upacara, mulai dari mangkuk saji hingga dudukan lampu.

Bacaan Lainnya

Baru pada tahun 700 SM koin Emas pertama dibuat, oleh kerajaan Lydia di Mediterania

Pada abad ke-16, penemuan deposit emas dan perak di Amerika Selatan dan Meksiko memicu pembuatan koin emas dan perak sebagai alat tukar.

Pada abad ke-19, sistem standar emas diperkenalkan di berbagai negara di dunia sebagai sistem moneter.

Sistem ini mengaitkan nilai mata uang dengan nilai emas, dan emas dapat ditukarkan dengan mata uang pada harga tetap.

Namun, sistem standar emas kemudian mulai ditinggalkan pada abad ke-20 karena terbukti kurang fleksibel dalam menghadapi perubahan ekonomi.

Hingga saat ini, emas masih digunakan sebagai bahan perhiasan dan investasi.

Emas juga digunakan dalam industri seperti elektronik dan teknologi karena sifatnya yang tahan karat dan konduktor listrik yang baik.

Harga emas masih sering dijadikan acuan dalam perdagangan dan investasi, dan banyak investor membeli emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *