Putu Menangis yang Bikin Pembelinya Tertawa, Penjualnya Untung

putu menangis
Penjual putu menangis dikelilingi pembeli di Kabupaten Gowa, Juni 2022.

SUNGGUMINASA, SOLUSINEWS.ID – Di Sulsel, di kalangan masyarakat Bugis-Makassar yang kaya akan sejarah budaya dan tradisi, juga tak lepas dari aneka macam kuliner khasnya.

Salah satunya adalah makanan ringan atau jajanan tradisional bernama Putu Menangis.

Namanya memang unik. Begitu juga pemasarannya yang dijajakan penjualnya dengan bersepeda berkeliling disertai lantunan suara “memilukan” dari boks jualannya.

Pada dasarnya bahan pembuatan Putu Menangis dan Putu Cangkir memiliki kesamaan. Hanya bentuk dan cara pemasaran penjualnya yang berbeda.

Bacaan Lainnya

Putu Menangis kadang juga disebut kue Putu Bambu. Kue ini punya sepupu, namanya Putu Cangkir yang marak dijajakan di Kota Makasssar dan daerah lain di Sulsel.

Salah satu penjual Putu Menangis ini dijumpai di Kabupaten Gowa, tetangga Kota Makassar, Sulsel.

Sebut saja dia Sangkala, nama samaran, dengan tampilan bertopi  ala Tino Sidin.

Ia mengaku biasa berkeliling sambil mengayuh sepedanya menjajakan Putu Menangis di sekitar Pallangga dan Somba Opu, Gowa.

Sebiji atau satu buah putu menangis jualannya hanya seharga Rp 1.000.

Meski terbilang murah, pria yang mengaku tinggal di perumahan Je’ne Tallasa Gowa ini tetap bisa meraup penghasilan untuk keperluan hidupnya.

Dalam sehari, dengan modal sepeda yang dikayuh berkeliling, dia mengaku bisa menghasilkan omzet sekitar Rp 600 ribu.

Ia mengungkapkan bahan utama Putu Menangis jualannya antara lain tepung beras, gula merah, kelapa parut, serta daun pandan sebagai pewarna dan pewangi.

Pelanggannya juga banyak. Apalagi, boks sepeda jualan Putu Menangisnya, dia hias dengan stiker tulisan yang menarik.

Di boks jualannya, terdapat tulisan “PUTU” dengan kepanjangan Pedagang Umum Tenaga Uap.

Di bawahnya disusul tulisan “Menangis” dengan kepanjangan “Mencari Nafkah Ngasih Istri”. Lalu ditutup dengan tulisan “Pemburu Dolar”.

“Inimi dibilang Putu Menangis tapi bikin pembeli tersenyum dan tertawa. Penjualnya juga untung,” ungkap seorang pembeli, Uchenk, Senin (28/6/2022).

boks usaha jajanan putu menangis

Ucenk dan teman-temannya pun memborong Putu Menangis tersebut. Apalagi, kue tradisional tersebut sudah jarang dijumpai di Kota Makassar dan daerah lain.

“Kebetulan sudah lama tidak ketemu ini kue. Jadi pas ketemu, kita pesan banyak-banyak biar lama ketemunya,” canda Ucenk diikuti tawa teman-temannya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *