The Power of Kepepet ala Haji Abubakar, Insinyur Mesin yang Sukses di Bisnis Telur Ayam

pengusaha telur ayam
Haji Abubakar, pengusaha peternakan ayam petelur di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. (redo/solusinews)

SOLUSINEWS.ID – Pernahkah Anda mendengar istilah “The Power of Kepepet”? Jika belum, mari simak sebentar istilah ini dalam tulisan tentang cerita sukses Haji Abubakar, salah satu peternak sukses ayam petelur di Kabupaten Gowa, berikut ini.

Jika diartikan secara sederhana, istilah The Power of Kepepet bisa berarti kekuatan dari kepepet atau kekuatan yang muncul dari keadaan terdesak.

Namun, aslinya istilah ini berasal dari judul buku inspiratif tentang cara tercepat dan terampuh untuk menjadi pengusaha.

Buku The Power of Kepepet ini diterbitkan oleh Jaya Setiabudi pada November 2008 silam.

Bacaan Lainnya

Tahun 2008 itu pula momen dimana Haji Abubakar sedang ‘galau’ memasuki masa pensiunan akhirnya nekad memulai usaha peternakan ayam petelur.

Istilah singkat itulah yang sempat diungkapkan Haji Abu Bakar menjawab pertanyaan dan rasa penasaran awak Solusinews.id tentang dirinya yang lulusan Fakultas Tehnik Mesin Unhas Makassar tetapi malah terjun menggeluti ilmu “fakultas peternakan” dan menuai sukses sebagai pengusaha ayam petelur terbesar di wilayah Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Haji Abubakar hanya senyum-senyum mengenang momen 13 tahun silam itu dimana dirinya tiba-tiba memilih usaha ternak ayam petelur dibanding usaha atau bisnis yang sejalan dengan titel insinyur dan bidang pekerjaannya kala itu.

Bahkan, ia tak begitu membayangkan hasil bikin kandang dan berjualan telur ayamnya akhirnya bisa memberi penghasilan berlipat-lipat dari gaji pensiun yang diterima selama ini.

“Itulah saya juga kurang paham kenapa saya tiba-tiba mau jadi peternak dan bisa bertahan hingga saat ini. Mungkin ini-mi dibilang The Power of Kepepet,” ungkapnya saat ditemui di villa peternakannya, di Dusun Kaballokang, Desa Moncongloe, Kecamatan Manuju, Gowa Senin (18/10/2021).

peternakan ayam
Haji Abubakar di lokasi kandang ayam petelur miliknya.

Mantan pejabat PNS bereselon II ini mengungkapkan pada tahun 2008 itu, dirinya memang sudah memasuki masa pensiun sebagai PNS di lingkup Pemprov Sulsel.

Namun, pasca Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel Tahun 2007 untuk periode 2008-2013, pada tahun 2008 itu dirinya kena mutasi “non job”.

Ia mengaku, di momen pilkada, sebagai PNS kadang jadi serba salah dalam hal dukung mendukung pasangan calon.

“Karena non-job, ya bingung juga mau bikin apa. Di saat-saat itu kemudian saya tak sengaja bertemu orang marketingnya Japfa, namanya Pak Doni,”  terangnya.

Melalui pertemuan dengan Pak Doni yang bernama lengkap AC Valentino Babay dari Japfa, Haji Abubakar pun tertarik membuka usaha peternakan ayam petelur.

Ia mengaku tak banyak berpikir saat ditawari buka usaha peternakan tersebut, “Dengan modal The Power of Kepepet itu akhirnya saya mulai usaha itu,” tambah Haji Abubakar sambil tertawa kecil mengenang awal dirinya melakoni usaha tersebut.(*)

Bersambung…(Kandang Pertama dan Jualan Telur Pakai Mobil)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *