MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Pentol adalah salah satu jajanan khas mirip bakso yang awalnya populer di Jawa Timur kemudian kini banyak dijajakan di daerah lain.
Makanan ringan ini kadang dijual ala bakso tusuk dengan kuah dan varian rasa pedas.
Ada yang terbuat dari bahan daging seprti bakso da nada juga hanya menggunakan tepung kanji.
Kuliner pentol ini seing dijumpai di tempat keramaian atau lokasi dimana tingkat lalu lintas orang yang tinggi.
Umumnya dijajajakan pedagang kaki lima atau pedagang keliling lainnya ketimbang ditemukan di warung makan.
Tak heran, pedagang pentol kerap dijumpai di sekitar sekolahan, kampus/perhuruan tinggi, pasar, dan tempat keramaian lainnya.
Pentol kini pun banyak variasinya seperti pentol isi telur, pentol isi tahu, pentol ala siomay, ataupun pentol goreng.
Salah satu pedagang pentol yang dijumpai kru solusinews yaitu berlokasi di depan kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Samata, Kabupaten Gowa.
Ia adalah ibu Sinar (42 tahun) yang berjualan pentol telur di depan kampus UINAM Samata.

Usaha itu terbilang baru dijalani ibu Sinar yaitu sejak Juni 2021. Meski demikian, usaha pentolnya tetap bisa bertahan.
Awal berjualan pentol telur, ia berkeliling masuk di kawasan pemukiman atau area kos-kosan mahasiswa di sekitar kampus UINAM.
Kini, ia menetap berjualan di sekitar kampus UINAM dengan membuka stan kecil. Selain bisa menghemat tenaga, pelanggan juga lebih mudah menemukan tempat usahanya.
Pembeli pentolnya rata-rata kalangan mahasiswa sekitar. Harganya pentolnya pun disesuaikan dengan harga kantong mahasiswa.
Pentol jualannya ia jual dengan harga Rp 5 ribu untuk porsi kecil dan harga Rp 10 ribu untuk porsi besar.
Meski harga telur dan sejumlah bahan makanan naik, ibu Sinar mengaku tetap tak ingin menaikkan harga pentolnya.
Apalagi, ia memiliki pelanggan yang didominasi kalangan mahasiswa yang juga harus membiayai sewa kos selama kuliah.
“Saat ini harga telur naik tapi harga dan porsi pentol yang saya jual tetap seperti biasanya. Tidak saya kurangi ukurannya,” ungkapnya, Kamis (17/32022).
Kualitas pentolnya pun tetap ia pertahankan agar tetap enak dinikmati dan harganya terjangkau kantong mahasiswa setempat.
Sehari-hari, ibu Sinar berjualan pentol telur mulai pagi hingga malam atau mulai pukul 09.00 hingga 22.00 wita. Dalam sehari ia bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 1,3 juta.
Keuntungan dari hasil usaha pentol telur itu digunakan ibu Sinar membiayai kebutuhan sehari-hari dan sekolah anaknya.(*)







