MAROS, SOLUSINEWS.ID – Penerimaan rapor dari sekolah selalu menjadi hal dinantikan oleh orangtua murid/siswa.
Nilai rapor tersebut juga menjadi bahan evaluasi baik terhadap siswa sekaligus orangtua dalam membantu peningkatan belajar anaknya.
Bila si anak mendapat nilai tinggi mata pelajaran (mapel) pada rapor tentunya orangtuanya pun senang, sementara bila nilainya rendah kadang membuat orangtua kurang senang.
Yang unik bin langka, rapor salah satu siswa SMA swasta di Kabupaten Maros malah diberi nilai angka nol (0) pada 2 mata pelajaran (mapel) yaitu Bilogi dan Fisika.
Hal ini pun membuat heran kerabat keluarga siswa bersangkutan kemudian diposting di media sosial mempertanyakan mengapa sampai kerabatnya tersebut diberi nilai nol oleh guru mapel bersangkutan.
Netizen kerabat siswa bersangkutan bernama Abu Yahya Yudhi seperti yang tercantum pada nama akun facebook (FB) nya.
Di kolom postingannya, ia mengaku heran dan mempertanyakan mengapa nilai rapor kerabatnya itu ada yang mendapat angka 0 (nol).
Pada postingan Abu yahya disertai foto nilai rapor kerabatnya, ia menulis sebagai berikut :
“Maaf mauka bertanya… Pantaskah nilai rapor siswa di tulis 0 ( nol )?? klo memang iya kesalahan apami yg paling mendasar di perbuat siswa sehingga di berikan angka 0 ( nol ) di raport kasian?? Apakah memang tdk di kasi remedial klo ada siswa yg tdk tuntas belajarnya…?
Abu yahya sendiri mengaku tak begitu menyoal nilai mapel pada rapor salah satu keluarganya rendah, asal bukan diberi nol. Hal itu ia sampaikan sekaligus menjawab sejumlah respon dan komentar pada postingannya.

Ia mengaku sangat heran kenapa ada rapor siswa diberi angka nol oleh guru. Apalagi Abu yahya mengaku dirinya juga seorang guru dan tidak tega dan belum pernah memberi nilai anak didiknya dengan angka nol.
“…Sebenarnya klo memang nilainya rendah nda masalahji Krn bisaji ku pahami ini anak memang agak kurang2, tp di kasi nilai Nol di raport, itu ku rasa yg bikin tdk enak, baru tdk pernah juga di hubungi orang tuanya sedangkan di mata pelajaran lain ada semuaji nilainya…” postingnya menjawab salah satu komentar netizen pada postingannya.
Adapula komentar yang menilai bahwa kemungkinan nilai nol itu karena gurunya lupa mengisi kolom penilaian untuk 2 mapel tersebut.
Menjawab hal itu, Abu Yahya pun mengakui mengira hal yang sama.
“…awalnya saya juga berfikiran begini kanda, tp setelah di konfirmasi ke wali kelasnya, trus wali kelasnya sampaikan bilang cocokmi ini, yg guru bidang studinya bilang cocokmi begitumi… Tp masih saya dalami dan cari tau apa sebenarnya yg terjadi kanda…”
Netizen lainnya yang berkomentar mengatakan seharusnya harus ada remedial atau (ujian) pengulangan untuk perbaikan nilai.
“klo ada siswa yg kurang2 untuk menambah nilainya, di sinimi juga di liat usahanya anak2, jadi saya rasa tadak mungkin nilai nol klo begitu… ” komentar salah satu netizen.
Bahkan, netizen yang mengaku dosen turut menanggapi bahwa dirinya sebagai dosen saja tidak seentengnya memberi nilai E kepada mahasiswanya.
“…itu kalau sama skli tidak pernah hadir tidak ikut uts dan uas bahkan setelah di hubungi dak ada respon sama skli baru dikasi E tp klo anak sekolah sungguh mengherankan dikasi Nol tp di mata pelajaran lain tdk nol,” ungkap netizen tersebut.
Abu yahya mengaku telah menghubungi wali kelas bersangkutan dan mendapat jawaban bahwa memang sudah seperti itu penilaian yang diberikan oleh guru mapel bersangkutan.
“…dengan alasan nda pernah masuk tugasnya, baru ini anak tdk masuk di grup wa nya itu gurunya, nilainya yg lain adaji 80, berarti tdk mungkin tdk pernah hadir ini anak…” jawab Abu yahya terhadap komentar netizen lain.(*)







