Profil Supermarket Giant, Si Raksasa yang Tumbang oleh Zaman

ilustrasi supermarket giant (foto Raj Nadarajan/TODAY)

SOLUSINEWS.ID – Masyarakat terutama ibu-ibu lagi sedang hebohnya memborong perabotan dapur dan bahan makanan untuk stok isi kulkas. Sedang ada diskon besar-besaran di Giant.

Diskon besar-besaran itu bukan karena promo Hari Raya atau ulang tahun ritel yang berada dalam perusahaan PT Hero Supermarket Tbk. (HERO).

Namun karena Giant resmi akan tutup per akhir Juli 2021. Seluruh gerai Giant yang berjumlah 395 gerai akan tutup permanen.

Dari penulusuran, ada dua alasan utama mengapa PT Hero Supermarket Tbk, yang menaungi Giant hingga harus menutup seluruh gerai Giant.

Bacaan Lainnya

Alasan pertama dikemukakan Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk (HERO), Patrik Lindvall, dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi pergeseran tren dalam industri peretail.

Terutama dari perubahan perilaku konsumen.

“Masyarakat, belakangan ini lebih memilih di gerai yang lebih kecil dan lebih dekat dari tempat tinggal ketimbang mendatangi Hypermarket dan jauh dari rumahnya,” ujar Patrik seperti dikutip dari tempo.co.id, (28/5/2021).

Patrik juga menilai perkembangan teknologi juga semakin mengubah perilaku belanja masyarakat yang dimudahkan dengan berbelanja secara online.

Alasan kedua, manajemen Hero yang juga menauingi tidak hanya Giant tapi Juga IKEA, menyasar bisnis furniture, Guardian bisnis kesehatan dan kecantikan, serta Supermarket Hero.

Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk., Diky Risbianto mengungkapkan lebih memilih mengembangkan tiga brand lainnya selain Giant.

“Kami melihat potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dari IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. Kami akan memfokuskan investasi kami dalam proses pengembangan ketiga brand tersebut,” ungkap Diky dikutip dari detik.com, Rabu (26/5/2021).

Kabar ditutupnya gerai Giant telah mulai dilakukan sejak 2018 lalu.

PT Hero Supermarket Tbk saat itu telah menutup 26 gerai jaringan ritel Giant Supermarket dan melakukan pemutusan kerja terhadap 532 orang sepanjang 2018.

Giant aslinya perusahaan raksasa ritel di Malaysia, didirikan Keluarga Teng di Kuala Lumpur, Malaysia tahun 1944. Induk supermarket ini berkantor di Shah Alam, Selanggor Darul Ehsan, Malaysia.

Giant menyasar jualan isi dapur, mulai perabotan hingga bahan makanan. Sebelum kemudian dinaungi perusahaan PT Hero Supermarket Tbk.

Pendiri Hero Supermarket Group

Di Indonesia, sebelum ada supermarket Hero, mengutip hero.co.id, Hero Supermarket Group didirikan oleh MS Kurnia.

Lelaki sejak kecil pekerja keras karena ia dibesarkan dalam masa sulit ini kelahira 1 Desember 1934 di Sukabumi, Jawa Barat.

Tahun 1954, Kurnia dengan kakaknya laki-lakinya, Wu Guo Chang, mencoba untuk melakukan bisnis dengan serius.

Mereka mendirikan CV (Commanditaire Vennootschap) perusahaan dengan nama CV Hero cikal bakal supermarket Hero, bisnisnya adalah ritel makanan dan minuman impor.

Lalu pada tahun 1959, kakak Kurnia mundur dari CV Hero. Walaupun begitu Kurnia tetap optimis melanjutkan bisnisnya tersebut dengan mencoba menangkap peluang yang ada.

Seperti melakukan survei ke beberapa supermarket yang ada di Singapura sebelum akhirnya Hero Mini Supermaket yang pertama dibuka resmi pada 23 Agustus 1971.

Supermarket ini berlokasi di Jl Falatehan No 23, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, di tengah perumahan mewah, dengan total pegawai hanya 16 orang dan diresmikan dalam sebuah acara sederhana.

Karena bisnis ini baru bagi Kurnia, awal-awal Hero Mini Supermarket tidak berjalan mulus, banyak makanan yang dijual harus terbuang sia-sia karena tidak cepat terjual.

Hero pun mensiasatinya dengan membuat gudang spesial penyimpanan dan penyiapan makanan tersebut.

Peluang yang dimanfaatkan lainnya seperti terlihat dengan strategi memanfaatkan hari Minggu dan libur yang kala itu di tahun 70-an banyak toko atau supermarket tutup.

Tak dinyanan langkah ini mendapat respon bagus dari konsumen. Bahkan lalu diikuti toko dan supermarket lainnya.

Perusahaan ini kemudian berkembang hingga mengoperasikan 439 gerai.

Ratusan gerai tersebut terdiri dari 134 Giant, 32 Hero Supermarket, 272 Guardian Health & Beauty dan satu toko IKEA (2019).

Pada tahun-tahun pertamanya di Indonesia sejak 2002 pertama kali beroperasi di Indonesia, Giant pernah menjadi tumpuan utama Hero untuk menggenjot pendapatan.

Sekaligus menyaingi Carrefour yang cukup mendominasi pasar retail modern saat itu.

Kemudian, pada 2010, Giant berada di bawah naungan Dairy Farm International Holdings, perusahaan ritel asal Hong Kong.

Bedanya Giant dan Hero adalah, Hero berfokus pada makanan dan minuman impor. Sementara Giant punya dua tipe gerai, Giant dan Giant Ekspres.

Giant seperti asalnya di Malaysia menyediakan produk bahan makanan, sayur, daging, seafood hingga produk rumah tangga dalam kondisi segar.

Sementara Giant Ekspres bukan hanya menjual produk bahan makanan tapi juga hingga alat-alat elektronik dapur, perabot dapur hingga furniture.

Raksasa ritel Giant ini harus tumbang di zaman diserupsi sekarang ini ditambah situasi pandemi.

Namun seperti diungkapkan Patrick, keputusan yang harus menutup Giant bukanlah keputusan semalam, tetapi dipikirkan masak-masak.(iar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *