BURAU, SOLUSINEWS – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Burau langsung bergerak cepat menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh bidan desa di wilayah kerjanya pada Senin (20/7/2026).
Pertemuan strategis ini digelar di aula puskesmas sesaat setelah pelaksanaan apel pagi rutin. Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala UPTD Puskesmas Burau, Sirjhon Paladan, SKM., M.Kes., tersebut difokuskan untuk mengevaluasi secara total pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Tiga poin utama yang dibahas meliputi pemetaan kendala lapangan selama sepekan terakhir, perumusan diskusi solusi bersama, serta penguatan sinergi pemantauan kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita di setiap posyandu.
Langkah responsif jajaran Puskesmas Burau ini menjadi bagian dari komitmen menyukseskan program layanan kesehatan terintegrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur.
Di bawah kepemimpinan Bupati Irwan Bachri Syam, sektor kesehatan dasar telah ditetapkan sebagai salah satu pilar program prioritas utama dalam roda pemerintahan daerah.
Kepala UPTD Puskesmas Burau, Sirjhon Paladan, menegaskan bahwa menyisir hambatan teknis maupun operasional di tingkat desa sangat penting agar tidak mengganggu jalannya program kesehatan gratis pemkab. Pelayanan jemput bola di posyandu harus dipastikan berjalan tanpa hambatan.
Melalui rakor ini, seluruh bidan desa sepakat untuk memperketat sistem pelaporan dini terkait kondisi ibu hamil berisiko tinggi.
Upaya ini diharapkan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi sekaligus mengoptimalkan mutu pelayanan kesehatan primer di Kecamatan Burau.(*)







