MALLAWA, SOLUSINEWS.ID — Perjalanan kehidupan seseorang tidak pernah ada yang tahu. Semua menjadi rahasia Sang Pencipta.
Seperti Cunding, lelaki asal Desa Batu Putih Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros, yang saat ini fokus mengelolah warung kopi (warkop), setelah hijrah dari dunianya yang memberi banyak pengalaman pahit dalam hidupnya.
Kehidupannya banyak dicibir, pasalnya aktivitas yang dilakoninya umumnya bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Keluarganya hampir saja berantakan sampai akhirnya ayahnya pada tahun 2017 lalu menjadi korban pembunuhan sadis dari orang-orang yang dia kenalnya.
Pengalaman hidup yang pahit ini kemudian menjadi awal perubahan dalam hidupnya, doa-doa dari keluarganya tak pernah putus.
Memiliki latar belakang sedikit pendidikan agama ketika belajar di panti asuhan ketika SMP di Makassar, serta kemampuan nalarnya yang cukup baik ketika sekolah, membuatnya mengambil keputusan besar dalam hidupnya.
Menurutnya, faktor lingkunganlah yang sangat berperan dalam membentuk karakternya selama sekian tahun yang dia sadari sendiri bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang tidak baik.
Saat ini lelaki yang cukup dikenal di Mallawa sampai di daerah Kabupaten Bone ini, memantapkan dirinya berhenti dari hirup pikuk dunia gelap.
Godaan tentu menjadi sesuatu yang amat berat, setiap saat godaan itu selalu saja hadir dari teman-teman dan sahabatnya yang saat ini masih menggeluti kehidupan itu.
Saat ini dia mulai mendekatkan diri kepada Sang Pencipta yang beberapa tahun jarang bersujud kepada-Nya, ini adalah cara yang efektif untuk meninggalkan dunia lamanya dan hijrah ke kehidupan yang lebih baik.







