Apple pertahun hanya mengangarkan 8 persen biaya RnD dibandingkan dengan Microsoft yang 13 persen atau dibandingkan dengan Alphabet Holding nya Google yang 16 persen dari revenue biaya inovasinya.
Apple ketinggalan jauh dalam 10 tahun terakhir yang hanya fokus di jualan.
Lalu di dalam mencari “lahan baru”, bukan selalu pasar yang dilebarkan, salah satunya yang terbaik adalah mengakuisisi perusahaan baru yang menciptakan produk baru segar atau supplier diakuisisi.
Mitra-mitra dagang juga untuk dimerger, dan Apple juga lambat dalam hal ini.
Buktinya, Apple hanya mengeluarkan 2 persen dari free cash flow-nya sejak 2012 di dalam melakukan merger akuisisi ini.
Terakhir, Apple mengandalkan brand nama mereka. Kesannya kalau Anda membeli produk Apple, Anda berada di level sosialita atas.
Namun ternyata generasi milenial dan zilenial tidak melihat itu di Apple. Juga sisi buzz atau pembicaraan di sosial media, dibanding terakhir Apple 5.
Hingga saat ini, suara noise di google turun jauh, tinggal separuhnya dibanding 10 tahun lalu.
Lalu, demi meningkatkan profit, seri Apple terakhir akhir, tidak menyertakan earbud dan charger lagi yang ternyata membuat pembeli kecewa karena separuh pembeli Apple tetap membeli charger dan earbud dari tempat lain.
Yang mana akhirnya pelanggan jadi tidak nyaman. Memang terlihat menguntungkan penjualan telepon tersebut.
Namun, salesnya turun dimana-mana hingga 20 persen bahkan.
Jadi kalau Apple tidak mengambil wilayah baru, tidak ada inovasi baru, tidak menambah pelanggan baru, Apple akan mengikuti sejarah Nokia dan Blackberry.
Motto apple “Think Different” agaknya tidak dijalankan.
Semoga bisa menjadi cermin kita semua untuk berbisnis dan bernegara.(*)
Sumber: channel YouTube Bossman Mardigu berjudul “Apple Akan Jadi The Next Nokia & Blackberry !!! Strategi Apple Tertinggal 10 Tahun” – Mardigu Wowiek, diposting 19 April 2022.







